Puan Maharani Kunjungi ITB Beri Kuliah Ini

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani, menyambangi Kampus ITB untuk memberikan materi kuliah umum kepada mahasiswa dengan tema ‘Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Revolusi Mental’.

Banyak materi dan gagasan yang disampaikan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut, diantaranya program ‘Saiber pungli atau sapu bersih pungutan liar’ yang program tersebut diinisiasi oleh Presiden Jokowi untuk menekan dan menghapus praktek korup untuk membangun budaya jujur sesuai nawa cita presiden.

Puan menjelaskan, kenapa ‘saiber pungli’ harus disampaikan kepada para mahasiswa yang notabene merupakan generasi penerus bangsa. Alasannya, lanjut Puan, tidak dapat dipungkiri di Indonesia terlalu banyak praktek-praktek tidak jujur tidak hanya di pemerintah pusat tapi di tingkat daerah masih banyak ditemui budaya tidak bermoral tersebut.

“Saya buka-bukaan saja, karena ini bisa menjadi intropeksi semua elemen, apa manfaatnya lakukan pungli ? yang ada hanya menyusahkan satu sama lain, solusinya mau tidak mau semua masyarakat harus bekerja sama memberantas budaya tidak terpuji itu melalui program ‘Saiber pungli’,” jelasnya dalam sambutan di hadapan ratusan mahasiswa ITB, Rabu (16/11).

Menurut Puan, pemerintahan Jokowi-Jusup Kalla saat ini berkomitmen penuh dengan program ‘saiber pungli’ diharapkan pemberantasan praktek kotor tersebut harus dilakukan secara berjenjang mulai dari pemerintah pusat hingga di tingkat daerah agar bisa bersinergi satu-sama lain.

“Saya tegaskan praktek kotor itu tidak sesuai dengan Undang-undang 1945 berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Selain materi ‘saiber pungli, Puan juga menyoroti turunnya etos kerja Sumber Daya Manusia (SDM) di segala bidang. Padahal, di era globalisasi dan pasar bebas bangsa Indonesia harus bisa bersaing dan mengejar negara-negara lain terutama kawasan Asean.

“Saya harus jujur etos kerja, daya saing, semangat kemandirian dan daya inovasi kian hari kian berkurang, alasanya kenapa ?,” tanya Puan.

Lebih lanjut, Puan menyebutkan, ternyata kenapa ekonomi di Indonesia seolah lamban berkembang, alasanya adalah sistem birokrasi di lapangan terlalu bertele-tele sehingga memperlambat proses peningkatan ekonomi. Seperti contoh, pihaknya masih sering menemui masalah perizinan yang tidak bisa dipersingkat atau dipercepat, bukan hanya di pusat tapi di tingkat daerah bahkan Dinas-dinas selalu ada keterlambatan dalam ketika warga mengurus proses perizinan baik itu izin usaha atau lainnya.

“Kami di jajaran pemerintah pusat terus merancang berbagai cara bagaimana semua problematika di lapangan bisa sinkron dengan program pemerintah pusat,” ungkapnya.

Puan mengaku, segala problematika di Indonesia memang tidak bisa diselesaikan secara instan. Puan mengibaratkan, negara Jepang saja bisa teratur dan tertib dalam segala bentuk pemerintahan atau berbudaya selama 30 tahun, sedangkan pemerintah Jokowi-JK baru berjalan 2 tahun.

“Mungkin 15-20 tahun ke depan Gerakan Revolusi Mental gagasan pemerintah bisa terasa manfaatnya, meskipun dirasa masih lama tapi bila tidak dilakukan sekarang mau kapan lagi,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …