Ridwan Kamil Nyatakan Bandung Siaga Banjir

banjir bandang kota Bandung. (ramdhani)

banjir bandang kota Bandung. (ramdhani)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Mengatasi ancaman bencana banjir yang kerap melanda Kota Bandung, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan Kota Bandung siaga banjir.


“Untul kondisi banjir yang cepat datang dan cepat pergi, dan belum ada pengungsi, lebih tepatnya kondisinya siaga banjir. Belum sampai darurat banjir,” ujar Ridwan Kamil kepada wartawan, Senin (14/11).

Ridwan Kamil menerangkan, berdasarkan hasil penelitian, banjir di Kota Bandung belakangan ini, selain karena faktor curah hujan yang tinggi, karena ada bangunan-bangunan yang menghambat jalannya air.

“Walaupun bangunannya hanya satu, tapi berakibat air yang akan melewati saluran malah balik lagi. Apalagi dengan curah hujan yang tinggi,” katanya.

Hal ini terjadi selain di Jalan Babakan Jeruk, kawasan Pasteur juga di Jalan Pagarsih. Di lokasi tersebut, ada bangunan yang menghalangi saluran air.

“Ada rumah warga dan bangunan milik pengusaha,” katanya.

Karenanya Ridwan Kamil meminta Dinas Binamarga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung bekerjasama dengan camat setempat, untuk melakukan pendekatan kepada pemilik bangunan.

“Kita akan bongkar akses jalan yang menghalangi saluran air. Itu kan terlalu pendek, jadi akan kita buat lebih tinggi,” katanya.

Selain itu, untuk mengetahui sumber banjir, pihaknya meminta pasukan gorong-gorong untuk bekerja saat hujan turun.

“Saya memantau saat hujan turun, dan baru diketahui, sumbatan-sumbatan air yang menyebabkan banjir. Karena kan banjir itu disebabkan, selain sumbatan saluran, juga air sungai yang meluap,” paparnya.

Untuk banjir di kawasan Stasiun Kereta api, menurut Ridwan kamil, itu salah satu contoh banjir akibat luapan sungai.

“Itu gak diprediksi (banjir di stasiun, red) karena memang curah hujan yang tinggi. Pada 24 Oktober lalu, BMKG menyatakan, curah hujan sampai 3 kali lipat,” tegasnya.

Untuk menangani ini, Ridwan Kamil akan memaksimalkan belanja infrastruktur. Termasuk membangun danau retensi di beberapa titik, seperti Jalan Bima, Gedebage, Sirnaraga dan Babakan Jeruk.

“Kita juga akan membeli pompa-pompa,” tambahnya.

Sementara, Kepala Binamarga dan Pengairan (DBMP) Koya Bandung, Iskandar Zulkarnaen mengatakan, banjir yang terjadi pada Minggu (13/11) lalu, karena curah hujan yang tinggi.

“Karena tingginya curah hujan, jadi sungai meluap, tidak mampu menampung air,” katanya.

Zul menolak ketika disebut pembangunan trotoar menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Bandung.

“Justru saat membangun trotoar, kita membenahi gorong-gorong. Sehingga membenahi kabel-kabel dan menyiapkan penampungan air,” tambahnya.

Zul juga menolak saat disebut penanganan banjir di satu titik memindahkan di titik lain.

“Bukan begitu, ya banjir kemarin, memang di titik baru, tapi bukan karena pengalihan banjir. Memang curah hujannya yang tinggi,” tegasnya.

Setelah kejadian ini, Zul mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan PT KAI untuk mengeruk sungai yang adadi sekitar sana.

“Kalau kita lakukan pembenahan sendiri, itu ada sungai yang dekat dengan rel kereta. Kita khawatir berbahaya untuk keselamatan,” tegasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat. Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di …