Orangtua Teman Curhat Terbaik bagi Anak

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI– Menjadi tempat katarsis (pelepasan kecemasan) bagi anak, bisa jadi merupakan salah satu pola asuh terbaik bagi orangtua dalam mendidik putra-putrinya. Hal tersebut disampaikan Avianti Diah M Psi saat menjadi pembicara dalam Talkshow Parenting bertajuk “Mempersiapkan Masa Depan Anak Sukses dan Cemerlang” yang digelar SDIT Nur Al Rahman Cimahi, kemarin (11/11). Katarsis bisa menjadi teknik untuk menyalurkan emosi yang terpendam, pelepasan kecemasan dan ketegangan dalam diri anak. Bentuk konkritnya curhat.


Menurut Avi, meluangkan waktu untuk berbicara dengan anak bisa membangun ikatan yang kuat antara orangtua dan anak. Topik pembicaraannya bisa tentang sekolah, hobi, teman di sekolah, dan topik menarik lainnya untuk anak. Jika pola asuh itu sukses dibangun, bisa menunjang kesuksesan seorang anak.

“Mendidik anak itu harus sesuai dengan zamannya,” ungkap Avi.
Anak-anak itu suka meniru dan suka bermain. Maka, menurutnya, alangkah lebih baik jika orang tua menerapkan play theraphy untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada anak. Dengan bermain orangtua bisa menyisipkan pemahaman nilai positif kepada anak sehingga anak bisa meniru kebiasaan positif.

Tidak hanya itu, menurut psikolog berjilbab ini, menerapkan pola asuh kepada anak juga harus konsisten. Artinya apakah orangtua memilih menjadi otoriter atau permisif terhadap anak. Namun sebaiknya terapkan pola berimbang tidak terlalu otoriter atau bahkan terlalu pemisif dengan mentolelir segala tingkah laku anak. “Lebih baik lagi jika ditetapkan batas dengan memagari anak dengan nilai norma dan juga moral,” imbuh Avi.

Jangan pernah memaksa anak untuk memenuhi ekspektasi atau harapan orangtua. Sebaik selalu mendorong anak untuk melakukan hal positif. Menyinggung mengenai reward and punishment, Avi mengatakn hal itu boleh saja dilakukan sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian anak. Tidak selalu hal yg bersifat materi. Pujian, dukungan atau bahkan pelukan orang tua akan berarti banyak sebagai bentuk dukungan. Begitupun dengan hukuman, bisa saja diberikan sebagai penyeimbang agar anak tidak kembali melakukan kesalahan.

Jika diterapkan secara berimbang reward and punishment bisa menjadi motivasi bagi anak. namun poin terpenting bagi orang tua adalah jgn menimbulkan kesenja gan pola asuh antara ayah dan ibu. Segala bentuk keputusan, larangan, dan aturan kepada anak harus kompak. Sehingga tidak menimbulkan bias pemahaman dalam diri anak.

Dalam seminar kemarin hadir juga Dr dr Tauhid Nur Azhar M Kes sebagai pembicara. Dokter lulusan terbaik Universitas Diponegoro ini menggarisbawahi pola pengasuhan anak dari sisi medis.

Apa yang dilihat anak akan direkam dalam mirror neuron system. Sistem saraf dalam otak ini merekam mekanisme berpikir, belajar, berkomunikasi, juga memahami gerak gerik seseorang. mirror neuron system berperan penting membentyk kesadaran sosial pada anak. Gangguan pada system ini akan mengakibatkan memori terekam di alam bawah sadar dan akan menjadi basic system pola pikir anak.

Jika sistem saraf anak mefekan informasi dan pola pdngajaran yang salah maka akan terekam seperti itu pula lah dalam alam bawah sadarnya. Dan hal itu bisa menjadi pemahaman yang salah turun temurun. “Karena itu orangtua harus bijak dalam maintenance sambungan neuron otak anak,” imbuh Tauhid.

Dia pun menambahkan pola asuh terhadap anak itu harus menyeluruh. Artinya mempersiapkan anak yang sehat dan bisa sukses itu dimulai sejak proses konsepsi dalam rahim, memperhatikan pola makan, dan ada kesesuaian teladan visual. Sehingga meminimalisir timbulnya gangguan pafa sistim saraf anak yangvakan menganggu proses tumbuh kembangnya.
Talkshow parenthing kemarin merupakan rangkaian acara dari Nur Al Rahman fair yang nerupakan acara tahunan. “Talkshow ini digelar untuk membahas masalah pengasuhan anak ditinjau dari sudut pandang kesehatan dan psikologi,” papar Ketua Panitia Nur Al Rahman Fair, Rosye Dewi Rusyanti.

Acara yg digelar selama tiga hari tersebut menggelar juga bakti sosial berupa donor darah dan pengobatan gratis, pentas seni dan perlombaan bagi siswa tingkat TK dan SD acara dipungkas dengan pelaksanaan try out bagi siswa kelas 6 SD. (bbb/mun)

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …