Kondisi Kerusakan Lingkungan Kota Bandung Sudah Parah

Mobil Kijang terseret arus banjir bandang pagarsih Kota Bandung

Mobil Kijang terseret arus banjir bandang pagarsih Kota Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Cuaca ekstrem beberapa pekan lalu di Kota Bandung menyedot banyak perhatian terlebih banjir di kawasan Pasteur dan Pagarsih sudah menelan kerugian materil. Salah satunya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat menilai kondisi kerusakan lingkungan Kota Kembang sudah parah sehingga tidak bisa mengatasi derasnya air ketika hujan.


Direktur WALHI Jabar, Dadan Ramdan mengatakan, sebenarnya derasnya hujan hanyalah faktor pemicu terjadinya banjir, tapi andai kata lingkungan terjaga seperti tersedianya Ruang Terbuka Hijau (RTH) banjir di Kawasan Pagarsih, Pasteur atau titik lainnya tidak akan terjadi.

“Hampir 83 persen dari luas Kota Bandung sudah jadi bangunan artinya tersisa 17 persen masih lahan bebas tapi itu tidak akan cukup sebagai lahan resapan air,” jelasnya kepada Radar Bandung, Jumat (11/11).

Dadan mengungkapkan, kenapa banjir di Kota Bandung semakin parah dan bisa dibilang sudah masuk kondisi darurat. Penyebabnya, banyak lahan terbuka hijau beralih fungsi menjadi hotel dan mall yang jelas-jelas tidak memiliki sumur resapan atau pihak pengembang tidak mengganti kembali lahan hijau.

“Di pusat kota banyak bangunan artinya pondasinya dari beton, akibatnya saat hujan deras air mau lari kemana pasti ke jalan raya karena tidak ada kantong-kantong resapan air. Hampir 80 persen dari sekitar 500 hotel tidak memiliki melengkapi syarat tadi,” paparnya.

Kemudian, sambung Dadan, banyak penyempitan dan pendangkalan di sepadan sungai akibat dari pembangunan pemukiman yang tidak terkontrol. Kondisi tersebut memperparah lingkungan.

“Kami yakin penanganan banjir tidak bisa diselesaikan 100 persen walau berbagai macam program paling mampu meminimalisir dalam jangka pendek saja terkecuali ada tindakan tegas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dadan menyebut, faktor lainya yaitu surutnya lahan hijau di Kawasan Bandung Utara (KBU) yang kini beralih fungsi menjadi sarana komersil, seperti hotel dan resort. Hal tersebut menyebabakan air dari hulu tidak sempat terserap dan langsung ke hilir ke kawasan Pagarsih dan Pasteur dengan volume air yang besar.

“Segera hentikan izin pembangunan di KBU, seandainya itu tanah swasta dan masih ada lahan sisa Pemkot Bandung harus membeli dan tetapkan jadi RTH,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat. Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di …