Jembatan Penghubung KBB-Cianjur Tenggelam, 485 Keluarga Terancam

Sungai Citarum meluap tenggelamkan jembatan penghubung KBB dengan cianjur.

Sungai Citarum meluap tenggelamkan jembatan penghubung KBB dengan cianjur.

POJOKBANDUNG.com, KBB–Jembatan penghubung Kampung Cisameng, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat dan Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur tenggelam akibat luapan Sungai Citarum. Sedikitnya 485 keluarga di sekitar jembatan itu terancam banjir bandang jika permukaan sungai terus meningkat.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB Dicky Maulana mengungkapkan, tinggi muka air Saguling sudah naik sejak awal November ini dan terus naik hingga sekarang. Kamis (10/11/2016) malam, Citarum meluap hingga menutupi jembatan Cisameng-Cihea. Dalam kondisi normal, jarak ketinggian sungai dengan jembatan tersebut sekitar 2 meter.

“Namun, sekarang jembatan itu sudah tidak terlihat karena tertutup Sungai Citarum yang meluap,” katanya kepasa wartawan di Ngamprah , Jumat (11/11).

Dicky mengungkapkan, di sekitar jembatan sepanjang 80 meter dan lebar 6 meter itu ada 85 keluarga dari Kampung Cisameng, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat (KBB). Sementara dari Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi (Cianjur) sekitar 400 keluarga.

“Jika permukaan air terus meningkat, berpotensi menyebabkan banjir bandang seperti tahun 2010 lalu. Namun kondisi saat ini, luapan air belum masuk ke rumah-rumah warga,” kata Dicky.

Akibat tertutupnya jembatan penghubung tersebut, akses warga di dua daerah sekitar jembatan itu lumpuh. Warga hanya bisa menggunakan jembatan alternatif dengan jarak sekitar 1 km dari jembatan yang tertutup luapan sungai.

“Namun, kondisi jembatan alternatif itu juga kecil. Hanya cukup untuk dilintasi roda dua dengan satu lajur. Jika berpapasan dengan orang saja, posisi orang itu harus menyamping,” ujar Dicky.

Untuk mengantisipasi luapan Citarum yang lebih besar, Dicky mengaku telah memberikan imbauan kepada warga sekitar agar waspada. Petugas dari BPBD KBB dan BPBD Cianjur juga berkoordinasi di sekitar lokasi jembatan dengan mendirikan posko.

“Kami menugasi personel BPBD untuk bersiaga di posko. Imbauan dari PT IP agar warga waspada juga sudah kami sebar,” tuturnya

Dalam Surat Edaran PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Saguling, disebutkan bahwa ketinggian air Waduk Saguling sudah mencapai 643,70 mdpl. Sesuai SOP, akan dibuka spillway gate (pintu limpasan) ketiga jika ketinggian sudah mencapai 643,80 mdpl.

Pembukaan spillway menyebabkan volume air Citarum bertambah besar. Dengan kondisi itu, warga di sekitar bantaran Sungai Citrum diminta untuk waspada terhadap potensi banjir bandang mengingat intensitas hujan yang tinggi. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …