Supermarket di Bandung Habiskan Stok Styrofoam

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Pasca-Walikota Bandung menyosialisasikan larangan penggunaan stryrofoam untuk kemasan makanan, beberapa supermarket dan minimarket di bilangan Kota Bandung sudah beralih menggunakan mika plastik. Akan tetapi tak sedikit kemasan makanan berbahan styrofoam masih dijual dengan alasan menghabiskan stok.


Salah satunya minimarket di Jalan Palasari, Lengkong, Kota Bandung. Petugas minimarket, Yani (22) mengatakan, pengiriman kemasan bahan styrofoam sudah dihentikan sejak 1 Oktober 2016. Styrofoam diganti dengan mika plastik, seperti contoh untuk kemasan buah-buahan. Timpal Yani, adapaun kemasan mie gelas (pop mie) berbahan styrofoam yang masih dijual merupakan setok yang tersisa.

“Informasi yang didapat produk bahan styrofoam sudah dihentikan, di sini hanya stok mie gelas saja dan jumlahnya tidak banyak kira-kira 72 pices, sedangkan kemasan buah sudah pakai mika plastik,” jelasnya kepada Radar Bandung, Minggu (6/11).

Yani menuturkan, sebelum ada kebijakan larangan menggunakan kemasan styrofoam minimarket tempat ia bekerja selalu disuplai mie gelas tiga kali dalam satu pekan, satu kali pengiriman mencapai 1 karton yang isinya 24 pices masing-masing rasa.

“Tergantung habisnya juga sih, kadang cepet habis kadang stok menumpuk,” terangnya.

Senada, Asisten Store Manager Superindo, di Jalan Mochammad Ramdan, Kota Bandung, Rani Oktaviani mengaku, mengapresiasi kebijakan tersebut bahkan pihak management sudah menghentikan pengiriman kemasan makanan berbahan styrofoam sejak 1 Oktober 2016, selain itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Distribution Center (DC) terkait aturan yang diterapkan Walikota Bandung.

“Kami bilang juga pada masing-masing suplayer, mereka mengerti walaupun sedikit kesulitan mencari alternatif penganti stryrofoam apa, jadi sementara mereka memakai mika plastik,” ungkpnya.

Kendati demikian pihaknya merasa bingung dengan kebijakan Walikota Bandung apakah sudah jadi peraturan resmi atau tahap sosialisasi. Alasanya, di supermarket tempatnya bekerja masih ada stok barang berbahan styrofoam seperti kemasan buah dan sayur yang jumlahnya kurang lebih 100 pices.

“Kami belum tahu aturannya resminya. Sementara kami masih menjual makanan berbahan stroyfoam sekaligus menghabiskan setok bulan lalu,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …