PT di Didatangi Dua Petinggi Militer Filipina

Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI, Budiman Saleh (kiri), Under Secretary Philipines Air Force (USEC PAF), Raymundo Elefante (tengah), Chief Of Air Staf Filipina Air Force, Mayor Jenderal Roz Briguez (kanan) sedang meninjau dua pesawat NC212i produk PT DI untuk dibawa ke Filipina.
(asep rahmat)

Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI, Budiman Saleh (kiri), Under Secretary Philipines Air Force (USEC PAF), Raymundo Elefante (tengah), Chief Of Air Staf Filipina Air Force, Mayor Jenderal Roz Briguez (kanan) sedang meninjau dua pesawat NC212i produk PT DI untuk dibawa ke Filipina. (asep rahmat)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Perwakilan Departemen Pertahanan Nasional Negara Filipina, Under Secretary Philipines Air Force (USEC PAF), Raymundo Elefante didampingi Chief Of Air Staf Filipina Air Force, Mayor Jenderal Roz Briguez, mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Jalan Padjajaran, Kota Bandung. Kedatangan dua petinggi militer asal Filipina tersebut meninjau dua pesawat terbang NC212i yang dipesan pemerintah Filipina yang rencananya akan dikirim pada Januari 2017.


Kedatangan perwakilan Filipina tersebut disambut Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI, Budiman Saleh. Keduanya diajak berkeliling melihat kondisi dua pesawat yang dipesan. Baik Raymundo atau Roz menyempatkan untuk memeriksa komponen pesawat bahkan menduduki ruangan kopilot pesawat untuk menguji kenyamanan selama penerbangan.

Pesawat NC212i merupakan pesawat multiguna generasi terbaru dari NC212, dengan kapasitas 28 penumpang ditambah 2 orang pilot menjadikan pesawat tersebut banyak diminati, selain itu ramp door, kabin yang luas, sistem navigasi dan alat komunikasi yang lebih modern serta biaya operasional lebih rendah menjadi pesawat yang kompetitif di pasar pesawat kecil.

Selain itu, pesawat NC212i dapat juga digunakan sebagai pembuat hujan, patroli maritim dan penjaga pantai. Saat ini, PTDI menjadi satu-satunya industri pesawat terbang di dunia yang memproduksi pesawat NC212i. Bahkan, PT DI sedang mengerjakan tiga pesawat NC212i pesanan dari Negara Vietnam.

Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI, Budiman Saleh mengungkapkan, kedatangan perwakilan dari Filipina untuk melakukan survei pesanan pesawat karena negara tersebut sedang menjalankan program modernisasi.

“Mereka datang ingin melakukan trening dan inspeksi. Insya Allah Januari 2017 bisa dilakukan trening dan langsung proses pengiriman,” jelasnya kepada wartwan, Jumat (4/11).

Budi mengatakan, dua pesawat yang dipesan Filipina harganya 19 juta dolar AS termasuk suku cadang. Timpal Budi, pembelian pesawat ini sekaligus bentuk kerjasama untuk mempererat hubungan dua negara, terlebih Pemerintah RI sangat dekat dengan Pemerintah Filipina.

“Filipina adalah new costomer kami setelah negara-negara Asean lain, semoga kerja sama ini bisa berjalan dengan baik dan mempererat diplomatik kedua negara,” tuturnya.

Sementara itu, Raymundo Elefante menjelaskan, Pemerintah Filipina sengaja memesan dua pesawat dari PT DI salah satunya selain menjaga hubungan bilateral kedua negara Asean sekaligus pihak Filipina sudah memfokuskan diri pada negara tetangga.

“Kenapa kami milih Indonesia selain menjaga hubungan baik juga harganya sangat kompetitif,” tuturnya.

Raymundo mengatakan, pesawat NC21i sangat cocok dan sesuai kebutuhan militer Filipina seperti untuk melakukan medical evakuasi bencana, droping pasukan dan lain sebagainya. Sambung dia, pihaknya merasa pesawat NC212i sangat multi guna karena memiliki beragam spesifikasi dan ditunjang dengan beragam fitur canggih.

“Harga 19 juta dolar AS sepadan dengan spesifikasi pesawat dan kami apresiasi karya Indonesia terutama PT DI,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …

Ada Efek Pegal-pegal dan Ngantuk

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah disuntik vaksin, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tidak berencana melakukan kegiatan yang terlalu berat. “Setelah …