Para Pengusaha Baru Tercekik Sistem Perizinan

Agung Suryamal Sutisno

Agung Suryamal Sutisno

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah semestinya tak setengah hati mendongkrak perekonomian masyarakat. Rangsangan modal stimulan dan berjuta program yang ditawarkan untuk menumbuhkembangkan ekonomi rakyat, ternyata belum sejalan seiringan dengan sistem perizinan yang masih mencekik para pengusaha baru.


Menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat, Agung Suryamal Sutisno, fenomena perizinan yang dipersulit pemerintah daerah, perlu dijawab oleh pemerintah pusat. Sebab tak sedikit aturan yang tercantum dalam undang-undang, justeru memangkas gairah usaha yang sedang ditumbuhkembangkan.

“Perizinan menjadi yang paling banyak dikeluhkan para pengusaha.Seperti di Bandung ini, izin hotel rentetannya sangat banyak. Mau pakai genset harus ada izin, padahal peruntukannya saja ketika darurat saja. Pabrik yang jualnya saja sudah menyatakan layak pakai. Harga izin ganset mencapai Rp30 juta. Yang mengatur undang-undang kelistrikan lagi,” kata Agung, menjawab diskusi bersama wartawan di Jalan Anggrek, Kota Bandung, Jumat (4/11).

Agung menuturkan, seharusnya pemerintah lebih peka kepada izin-izin prioritas, seperti lokasi, lingkungan. Ia meminta perizinan yang tak penting agar segera dihapuskan sehingga tidak memberatkan para pengusaha, terutama pengusaha baru yang seharusnya dibantu.

“Banyak izin yang ribet yang perlu dipangkas, termasuk di Jawa Barat. Seharusnya aturan dan perizinan juga dikonsultasikan dengan para pengusaha. Bagaimana kami mau bersaing dengan pengusaha asing, kalau izinnya saja sulit dan mahal. Apalagi komponen izin juga dimasukan dalam komponen harga jual. Belum lagi sisi logistiknya yang masih banyak pungutan liar. Jelas ini menjadi beban para pengusaha,” tandasnya.

Untuk itu, ia meminta pemerintah banyak melakukan koreksi atau perbaikan di sisi perizinan agar tidak memberatkan modal usaha. “Pemerintah pusat harus mengevaluasi. Perbaikan yang selama ini dilakukan belum terasa kepada pengusaha. Berarti belum tepat,” kata pria berkacamata kelahiran Garut, Jawa Barat itu.

Dalam kesempatan itu, Agung membahas perspektifnya terhadap perekonomian di Jawa Barat yang memiliki potensi tinggi dengan 58 persen wilayahnya kini terhampar kawasan industri. Agung juga menyampaikan, sejauh ini perkembangan dunia usaha di Indonesia sangat minim dan belum seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk yang terus bertambah. (bil)

Loading...

loading...

Feeds

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …