Wuiih… 100 Ribu Muslim Jabar Siap Bertolak ke Jakarta

ilustrasi demo mengecam pernyataan Ahok. (riana)

ilustrasi demo mengecam pernyataan Ahok. (riana)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG--Seratusan ribu umat muslim Jawa Barat diklaim akan mengikuti aksi 4 November di Jakarta untuk menuntut penegakan hukum atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bahkan, sejak kemarin (Kamis, 3 November) sebagian massa yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Islam ini telah berangkat menuju Ibu Kota.


Koordinator API Jabar, Asep Syaripudin, mengatakan, sedikitnya 100 ribu muslim Jabar akan bergabung bersama umat muslim lainnya di Jakarta. Menurutnya tidak sulit untuk mengumpulkan 100 ribu muslim di Jabar, terlebih hal ini berkaitan langsung dengan penghinaan terhadap Alquran, Kitab Suci umat Islam.

“Jumlah bis yang didaftarkan ada 170 bis. Kendaraan mini bis 160, motor 1.030,” katanya saat memberikan keterangan pers, di Pusat Dakwah Islam Jabar, Kota Bandung, Kamis (3/11). Jumlah ini diperkirakan akan bertambah karena menurutnya banyak warga yang berangkat tanpa terkoordinir.

“Ini murni keinginan kami, umat muslim. Bukan digerakan oleh tokoh politik maupun ormas,” katanya.

Bahkan, pihaknya berjanji akan bertahan di Jakarta jika pemerintah melalui aparat penegak hukum tak kunjung memproses hukum kasus tersebut. Tak tanggung-tanggung, API Jabar mengklaim telah menyiapkan 10 ribu massa yang akan bertahan jika tuntutannya tak dipenuhi.

“Kami siap bertahan tujuh hari tujuh malam, sampai Presiden memerintahkan polisi untuk memproses Ahok,” tegasnya. Disinggung adanya potensi provokator, API memastikan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar tidak terpancing.

“Mudah-mudahan tidak ada yang provokatif.
Konteksnya damai, demi penegakan hukum, bukan untuk membuat keributan. Kami juga meminta polisi agar tidak represif,” katanya seraya menyebut setiap demonstran akan membawa identitas untuk mengantisipasi adanya provokator.

Salah seorang perwakilan API Jabar, Ahmad Kurniawan, mengatakan, umat muslim bukan tidak memaafkan perbuatan Ahok. Menurutnya, mantan Bupati Belitung ini sudah berulang kali menyinggung umat muslim.

Namun, lanjut, ucapan Ahok yang dianggap menghina Alquran ini sudah berlebihan. “Ini sudah sangat parah, luar biasa,” katanya.

Selain itu, tambah dia, sebagai negara hukum, sudah seharusnya Ahok diproses sebagai wujud penegakan hukum. Hal inipun dianggap penting untuk membuktikan seluruh masyarakat memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

“Kalau dibiarkan, tidak diproses, ini jadi preseden buruk. Kami tidak mau seperti itu. Katanya kita negara hukum,” katanya.

Lebih lanjut dia katakan, aksi 4 November ini tidak ada muatan politis jelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. “Mau ada pilkada, mau tidak, penistaan agama ini harus tetap diproses. Jangan gara-gara ada pilkada, hukum diintervensi, yang salah tidak diproses. Ini kan enggak benar,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds