Empat Tahun ke Depan Indonesia Diprediksi Langka Dosen

MENGAJAR : Dosen dan mahasiswa terlibat diskusi saat kuliah.

MENGAJAR : Dosen dan mahasiswa terlibat diskusi saat kuliah.

BANDUNG–Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memperkirakan profesi dosen dan tenaga kependidikan akan langka serta mahal dalam beberapa tahun mendatang. Karena, menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti, dalam kurun waktu empat tahun mendatang, tercatat bakal ada sekitar 10.000 dosen memasuki masa pensiun.‬


‪”Sepuluh ribu dosen, akan pensiun. Padahal dalam dua tahun ini, hampir tidak ada perekrutan dosen yang baru. Artinya, profesi dosen dan tenaga kependidikan semakin langka,” ujar Ali kepada wartawan di acara Pemberian Anugerah

Diktendik 2016, akhir pekan lalu.‪Menurut Ali, dalam kurun waktu dua tahun terakhir hampir tidak ada pembukaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk dosen, padahal kebutuhannya cukup mendesak.‬ Saat ini, tenaga dosen di perguruan tinggi negeri baru ada sebanyak 5.350 orang.

“Ini sedang digodok aturannya, bagaimana caranya mengangkat mereka sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja,” kata Ali.
‪Ali mengatakan, aturannya bisa melalui peraturan presiden maupun menteri.

‬Namun, untuk mengangkat dosen dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi baru menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, setidaknya memerlukan dana sebesar Rp 300 miliar setahun.

‪”Umumnya mereka ingin menjadi PNS, karena alasannya lebih terjamin. Tapi sampai sekarang belum ada rekrutmen untuk dosen,” katanya.‬

‪Dikatakan Ali, tak hanya kualitas dosen yang harus ditingkatkan melainkan dari sisi kuantitas atau jumlah juga harus ditambah. Karena, hal ini bakal mempengaruhi kualitas pendidikan di dalam negeri.‬

‪”Memang ada kabar, akan dibuka formasi sekitar 1.500 untuk dosen, tetapi masih belum pasti juga,” katanya. ‬

‪Ali menilai, harus dipikirkan cara bagaimana mengembangkan kualitas dosen yang ada. Agar, kompetensinya akan lebih baik lagi. Karena, kurangnya tenaga dosen, sedikit banyak akan mempengaruhi daya saing bangsa pada persaingan global.

Menurut Ali, Ia pun akan mendorong agar dosen yang ada bisa termotivasi menjadi profesor. Yakni, dengan mempermudah persyaratan menjadi profesor. Ia akan, mempercepat proses menjadi profesor tersebut.

“Jadi, sekarang kalau mau jadi profesor sangat mudah. Asisten ahli, jadi lektor lalu jadi profesor. Cepat, cukup ngurusnya dua bulan,” katanya.(agp)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …