Siswa Lawan Kebijakan Ridwan Kamil yang Memecat Kepsek di Kota Bandung

Sejumlah siswa SMAN 9 melakukan unjuk rasa saat jam istirahat di halaman sekolah mereka,  jalan suparmin, Kota Bandung, Rabu (26/10). Dalam aksinya mereka memohon kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk mencabut rekomendasi pemberhentian Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Bandung kepada Gubernur Jawa Barat.

Sejumlah siswa SMAN 9 melakukan unjuk rasa saat jam istirahat di halaman sekolah mereka, jalan suparmin, Kota Bandung, Rabu (26/10). Dalam aksinya mereka memohon kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk mencabut rekomendasi pemberhentian Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Bandung kepada Gubernur Jawa Barat.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Walikota Bandung, Ridwan Kamil tampaknya harus mengkaji ulang kebijakannya memecat kepala sekolah. Setelah sebelumnya Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa angkat bicara, kini ratusan siswa SMA 9 Kota Bandung memprotes Emil lantaran memecat kepala sekolahnya, Agus Setia Mulyadi.


Aksi unjuk rasa para siswa pecah di di depan gerbang SMA 9, Rabu (26/10/2016). Aksi itu dilakukan para pelajar berseragam putih abu itu sebagai bentuk protes atas kebijakan Emil terkait dugaan mal administrasi atau pungutan liar (pungli).

T.M Aslam Rizal salah seorang siswa kelas XII mengungkapkan, aksi demo dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada kepala sekolah SMA 9 (Agus Setia Mulyadi). Menurut dia, apa yang ditudingkan Walikota Bandung salah sasaran.

“Kami menolak usulan Ridwan Kamil untuk memberhentikan kepala sekolah SMA 9,” ucapnya saat ditemui, Rabu (26/10/2016).

Rizal mengatakan, tudingan pungutan liar tidaklah benar karena selama ini para siswa diberikan fasilitas belajar yang mencukupi, seperti layanan pelajaran dari para guru yang cukup baik, Infrastruktur memadai, taman belajar dan kenyamanan lainnya di SMA 9.

“Ketika pak Agus mengalami musibah seperti ini kami akan mendukung sepenuhnya penolakan pemberhentian jabatan dari kepala sekolah,” jelasnya.

Dalam orasinya para siswa terus meneriakkan kebijakan Walikota Bandung telah membuat kegaduhan terutama di SMA 9, karena secara tidak langsung membuat psikologis siswa terganggu terlebih saat belajar. Emil juga dituding telah mengeluarkan kebijakan tanpa alasan yang jelas dan menurut mereka hal tersebut tidaklah benar.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMA 9 Kota Bandung, Agus Setia Mulyadi mengaku, kegiatan para siswa di sekolah (aksi protes) tidaknya disengaja melainkan bentuk dukungan moril kepadanya.

“Saya juga kaget, tiba-tiba saat jam Istirahat pukul 12.00 WIB para siswa teriak-teriak di depan gerbang dan saya langsung keluar untuk menenangkan,” terangnya.

Agus mengatakan, dukungan siswa dan siswi SMA Bandung tersebut merupakan semangat untuk memperjuangkan hak hukum untuk membela harkat dan martabat sekolah dan nama baik.

“Saya belum diperiksa dan Laporan Hasil Lemeriksaan (LHP) belum ditandatangani, kenapa ujug-ujug ada sanksi,” tegasnya.

Kata Agus, keputusan Walikota Bandung tersebut tidaklah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53/ 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Agus menilai, rekomendasi pemberhentian kepala sekolah juga cacat hukum.

“Saya merasa terdzolimi. Kalau memang saya turun jabatan jadi guru atau tidak sama sekali saya siap tapi soal harkat dan martabat saya akan terus perjuangkan karena menyangkut nama baik,” imbuhnya.

Senada, Wakil Kepala urusan sarana prasarana SMA 9 Bandung, Iwan Hermawan, berharap, Walikota Bandung segera mencabut rekomendasi pemberhentian beberapa kepala sekolah termasuk SMA 9.

“Mohon Ridwan Kamil mencabut rekomendasi pemberhentian, segera,” tandasnya. (arh/sry)

Loading...

loading...

Feeds