Kerajinan Kayu Indonesia Jadi Madona di Eropa

Kayu Dari Indonesia.

Kayu Dari Indonesia.

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Jumlah eksporter dari sektor perkayuan bertambah. Tiga industri kayu telah merintis ekspor pada semester II tahun ini. Mereka membidik pasar Eropa untuk mendulang keuntungan.


Berdasar catatan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskoperindag) Gresik, tiga industri tersebut masih berskala menengah.

Mereka memiliki modal di bawah Rp 10 miliar. Nilai ekspor ketiga industri mencapai USD 297.242. ’’Saya lihat di catatan, sektor perkayuan memang kuat. Selain perusahaannya banyak, setiap tahun banyak yang masuk ke pasar luar negeri,’’ ungkap Kepala Diskoperindag Gresik M. Najikh.

Dia menambahkan, tahun lalu ada lima perusahaan di sektor tersebut yang juga merambah pasar luar negeri. Nilai ekspornya mencapai USD 450.000.

Pasar Eropa tetap menjadi favorit. Najikh menyatakan, ketertarikan industri tidak terlepas dari permintaan masyarakat barat. Warga Eropa menyukai produk olahan kayu dari Indonesia.

Termasuk hasil mebel. ”Karena itu, ekspor ke negara tersebut juga tinggi,” paparnya. Dia tak menampik, jumlah perusahaan yang ekspor melalui Gresik memang masih kecil.

Sebagian industri masih mengurus izin di Surabaya. Selain Pelabuhan Tanjung Perak, faktor lainnya adalah persoalan geografis.

Banyak perusahaan di Kota Pudak yang lokasinya lebih dekat dengan Kota Pahlawan. ’’Meski begitu, kami tak diam. Buktinya, jumlah ekspor yang lewat kantor (Diskoperindag Gresik, Red) terus bertambah,’’ katanya.

”Bahan minyak goreng juga masih urutan teratas grafis ekspor. PT Wilmar Nabati Indonesia masih menjadi pengirim produk minyak terbesar,” lanjutnya. Najikh menilai, pertumbuhan ekspor dipengaruhi posisi Kota Pudak.

Gresik merupakan satu di antara empat daerah di Jatim yang diberi kesempatan untuk menerbitkan surat keterangan asal (SKA) Indonesia sebagai syarat ekspor. Faktor lainnya adalah pelabuhan baru yang berada di kawasan Manyar.

Sebelumnya, pemkab memetakan sedikitnya 450 industri yang berpotensi masuk ke pasar internasional. Perusahaan berada pada skala menengah. Modalnya Rp 500 juta–Rp 10 miliar.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik Tri Andhi Suprihartono menyatakan, perusahaan pengekspor kayu memang masih banyak.

Namun, secara kuantitas, jumlah barang yang dikirim terus menurun. Salah satunya disebabkan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan persaingan pasar.

’’Susahnya, sebagian industri kayu masih menggantungkan pasar luar daerah. Meski, mereka kami nilai cukup kreatif,’’ katanya.

Lelaki kelahiran Probolinggo itu mencatat ada 20 industri besar yang bergerak di perkayuan. Mereka tidak hanya mengolah kayu, tetapi ada juga yang beraktivitas sebagai tenaga penyalur barang saja. (hen/c21/ai/sep/JPG/sry)

Loading...

loading...

Feeds

bpjs

BPJS TK Sosialisasikan Empat Program Jaminan

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Lodaya gencar sosialisasikan program- program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat luas. Salah satunya melalui …
pos

Warga ‘Serbu’ Pos Gatur Andalas

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebagai pelayan masyarakat, banyak cara yang dilakukan oleh polisi untuk mendekatkan diri. Seperti yang dilakukan oleh jajaran …
dpr ri

Aturan Mentan Dikecam DPR RI

POJOKBANDUNG.com,Peraturan menteri pertanian terkait kewajiban tanam bagi importi bawang putih menuai kritik tajam. Salah satunya dari Ketua Komisi IV DPR …
sd

Seolah Tak Menghiraukan Peraturan Pemerintah

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Keberadaan perusahaan sapi perah PT. Agri Prima Sukses (APS) yang berlokasi di Kp. Jabong desa Curugrendeng, Kecamatan Jalancagak, …

Aplikasi LinkAja Permudah Pembayaran BPJamsostek

Pembayaran tagihan secara elektronik kini semakin diminati masyarakat. Fungsi utamanya, tentu saja untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen nontunai, …