Mantap, PT Len Industri Semakin Kibarkan Sayapnya

Ilustrasi.

Ilustrasi.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kiprah PT Len Industri sebagai BUMN terkemuka di tanah air semakin berkibar. Pasalnya, melalui melalui anak perusahaannya PT Len Railway Systems (LRS) berhasil memenangkan tender pengadaan persinyalan kereta api di Banglades, melalui perusahan setempat Biswas Construction. Penandatanganan MoU antara PT Len Railway Systems (LRS) dengan Biswas Construction sendiri dilakukan  belum lama ini.


Managing Director  Biswas Construction, Muhammad Afsar Ali mengungkapkan, Peranan PT Len Industri di Persinyalan sangat bagus, hal tersebut sudah terbukti dengan beberapa proyek yang telah dikerjakan di beberapa negara lainnya seperti Malaysia.

“Len menjadi leader dalam pekerjaan persinyalan KA, jadi kami tertarik,” tegasnya.

Ditempat yang sama,Direktur Utama LRS Dewayana Agung Nugroho, menjelaskan Kerjasama ini senilai 1,5 juta dolar AS atau sekitar 20 miliar, dari total nilai pekerjaan sekitar 2,5 juta dolar dan akan dikerjakan selama 1,5 tahun.

Dewayana Agung Nugroho mengharapkan  proyek ini terus berlanjut karena PT Len adalah partner yang ahli dalam memberikan solusi, atas kebutuhan persinyalan  yang menyeluruh di Bangladesh.

Meskipun, sambungnya, proyek ini belum terlalu besar, tapi ini adalah pintu masuk ke Bangladesh, karena dimasa yang akan datang banyak pekerjaaan lain yang bisa di garap, dan kedepan PT Len bisa menggandeng BUMN lain untuk proyek yang lebih prestisius.

Tahun 2015 Len membukukan pendapatan sebesar 2,24 triliun (audited),33,5 triliun didapat dari bisnis transportasi kereta api. Adapun target pada tahun 2016 sebesar 2,39 trilyun.

Saat ini, Len Melalui LRS membangunsyistem persinyalan ut paket B1 DDT(double – double track) Manggarai – Cikarang yang memiliki panjang lintasan 34 kilometer, serta melewati enam stasiun besar yaitu Manggarai, Jatinegara, Cakung, Bekasi,Tambun dan Stasiun Cikarang.

Selain Bangladesh, Malaysia juga menjadi salah satu prosprek, karena akan melakukan rehabiltasi perkeretaapiannya, LRS akan bekerja sama dengan Emrail selaku salahsatu perusahaaan di Malaysia yang memiliki kontrak pekerjaan dengan KTMB(perusahaab operator perkeretaapian di malaysia ) jalur Gua Musang – Tumpat sepanjang 290 kilometer  yangmeliwati 30 stasiun.

Proyek pembangunan sinyal double Double track(DDT)merupakan proyek yang terbagi ke dalam tiga paket, yakni paket B1, paket A dan paket B 21 yang telah dimulai sejak Tahun 2013. (Sol/sry)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …