Ketakutan Lain Pasukan Djadjang Nurjaman

Hariono saat donor darah. (ferry)

Hariono saat donor darah. (ferry)

POJOKBANDUNG.com, PERSIB – Keberanian harus dilipat gandakan oleh penggawa Persib Bandung. Namun keberanian itu bukan untuk menghadapi si kulit bundar tetapi menghadapi jarum suntik.


Seperti apa yang dirasakan bek sayap Persib Jajang Sukmara. Tak mudah bagi Jajang Sukmara untuk memutuskan apakah dirinya akan ikut mendonorkan darahnya.

Terduduk seorang diri di tempat pemeriksaan awal, Jajang melihat sang pelatih kepala Djajang Nurjaman mulai diperiksa petugas. Dalam pemeriksaan awal, tekanan darah Djanur dinyatakan cukup sehat dan bugar untuk mengikuti donor darah tersebut. Ia bahkan dengan bangga menunjukkan hasil tensinya kepada awak media.

Tak lama, Jajang pun mulai bergairah dan ikut pemeriksaan awal. Ia sempat gugup namun petugas meyakinkan rasa sakit dari jarum suntik tak perlu dirisaukan. “Ga usah dilihat jarumnya, lihat saja petugasnya yang cantik,” kata salah seorang petugas, Selasa (25/10).

“Jujur saya takut jarum suntik. Saya memberanikan diri setelah melihat teman-teman yang sudah donorkan darahnya,” kata Jajang Sukmara.

Tidak hanya Jajang yang terlihat ragu, gelandang Hariono pun terlihat tampak gugup saat menghadapi jarum suntik yang akan menghisap darahnya untuk masuk kedala tempat yang dinamakan labu.

Mimik wajah was-was bahkan ketakutan sempat terlihat saat petugas akan memasukan jarum. Tapi, usai mendonorkan darahnya, berbagai kesan didapatkan, dan akhirnya mereka tahu, mendonor darah tidak lah sakit, tak seperti yang ditakutkan selama ini.

Menurut Hariono, rasa was-was yang ada pada dirinya sekejap hilang saat jarum tersebut dimasukan kedalam urat nadi. Selang beberapa detik ia sudah tidak merasakan sakit atau apapun yang ia cemaskan sebelum mendonorkan darahnya.

“Memang saat pertama jarum disuntikan saja kerasa gimana gitu. Tapi rasa ingin berbagai terhadap sesama lebih besar dari ketakutan kami,” ucap pemilik nomor pungung 24 itu sambil menatap darahnya yang menetes kedalam labu. Dia pun mengaku jika ada kesempatan akan melakukan donor darah kembali.

Kiper M Ridwan pun terlihat bersemangat untuk mendonorkan darahnya. Awalnya ia pun takut untuk membiarkan jarum menghisap darahnya.

“Ternyata lebih sakit latihan jatuhan. Tidak sakit ternyata,” katanya.

Semantara itu, manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengusulkan acara Persib Peduli yang digagas oleh PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) dan PMI ini tidak hanya diadakan satu tahun satu kali.

“Saya akan dorong acara ini agar bisa dilakukan minimal dua belan sekali. Karena saya lihat banyak yang berminat daripada even lain, kegiatan ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan,” kata Pak Haji -sapaan akrab umuh.

Sementara itu wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar didaulat jadi pembuka acara yang diselanggarakan di stadion Sidolig, kota Bandung ini. Ia pun mengapresiasi apa yang dilakukan PT PBB dan juga bobotoh.

“Disini tidak hanya fanatisme bobotoh dikenal banyak orang, tapi dengan kegiatan ini bobotoh pun dikenal dengan kepedulian sosial yang tinggi,”

“Ini kegiatan positif dan saya apresiasi, dan ini mudah-mudahaan sebagai pembuka jalan bagi Persib untuk mendapatkan kemenangan dan kemenangan,” ujar Deddy yang lebih dikenal dengan Jendral Naga Bonar. (pra)

Loading...

loading...

Feeds