Bonus Atlet Paralympic dan PON Harus Sama

Salah seorang atlet Jabar sedang melakukan service di atas kursi roda Peparnas XV di venue tenis outdor Siliwangi, Jalan Aceh Kota Bandung.. (asep rahmat)

Salah seorang atlet Jabar sedang melakukan service di atas kursi roda Peparnas XV di venue tenis outdor Siliwangi, Jalan Aceh Kota Bandung.. (asep rahmat)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Nasional Paralympic Comitte Indonesia (NPCI) Jawa Barat, Supriatna Gumilar, mengharapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyamaratakan perihal bonus untuk atlet Peparnas XV dengan atlet PON XIX/ 2016. Pasalnya, penyamarataan bonus sebelumnya sudah dilakukan saat Asean Paragame 2015 di Singapura.


“Sama-sama berprestasi kan sama-sama juara umum, jadi kami berharap bonusnya juga sama,” jelasnya saat ditemui di hotel cemerlang Jalan Cieumbeulit Kota Bandung, Rabu (26/10).

Supri menilai, keberhasilan tim Jawa Barat saat Peparnas XV yang melebihi target medali patut diapresiasi. Pasalnya, selain menjadi juara umum Peparnas XV, kata dia, saat 2014 di Negara Myanmar Indonesia pernah membawa nama baik di kejuaraan Asean Parageme.

“Itu atlet Paralympic yang notabene banyak keterbatasan, kalau saya pribadi tidak melihat melampaui target atau tidak tapi kesenjangan dan kontek sama rata yang ingin dijung-jung,” terangnya.

Supri menilai, andai kata bonus Peparnas XV dibedakan dengan PON XIX hal tersebut merupakan suatu kemunduran perkembangan dunia olahraga terutama bagi atlet penyandang disabilitas.

“Kalau tidak lebih, bisa sama rata,” harapnya.

Supri menjelaskan, pemerintah pusat sudah mengapresiasi soal kesamarataan bonus bagi atlet Peparnas ataupun PON XIX. Sebab, mereka melihat prestasi yang diraih atlet peyandang disabilitas diraih dengan cara yang tidak mudah.

“Bonus itu dilihat dari prestasinya, mungkin itu yang mendasari. Nah sekarang tinggal Pemprov Jawa Barat bagaimana memberikan yang terbaik untuk para atlet,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengungkapkan, akan memberikan penghargaan kepada atlet Jabar berprestasi dengan cara pendekatan kesetaraan, baik itu bonus disamaratakan ataupun perihal pembinaan.

“Maksud saya bonusnya bisa diarahkan pada sistem pembinaan dan bentuk teknisnya seperti apa kami akan rumuskan,” paparnya.

Heryawan mengaku, pihaknya akan senantiasa memberikan kesetaraan dan tidak membeda-bedakan mana atlet PON dan Peparnas.

“Ini perintah undang-undang dan saya harus jalankan itu. Pokonya kami akan berikan perhatian yang terbaik,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds