Warga Panik, Geger Ledakan Mirip Bom di Bekasi

Kondisi bangunan Pizza Hut Delivery (PHD) yang hancur dikarenakan ledakan tabung gas 50 kg di Jalan Raya Hankam Kelurahan Jatimelati Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi, kemarin.

Kondisi bangunan Pizza Hut Delivery (PHD) yang hancur dikarenakan ledakan tabung gas 50 kg di Jalan Raya Hankam Kelurahan Jatimelati Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi, kemarin.

POJOPKBANDUNG.com, BEKASI – Masyarat yang akan berolahraga mendadak dikejutkan suara ledakan keras di sebuah gerai makanan cepat saji Pizza Hut Delivery (PHD) di Jalan Raya Hankam RT 04 RW 05 Kelurahan Jatimelati, Pondokmelati, Bekasi pada pukul 06.20 Minggu, (23/10/2016).


Akibat ledakan hebat itu, beberapa bangunan di sekitar resto cepat saji itu hancur lembur. Selain bangunan PHD yang rusak, sebuah minimarket yang berada tak jauh dari restoran cepat saji itu juga ikut rusak beberapa bagian bangunannya.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, sedikitnya dua warga dan karyawan terluka. Karyawan minimarket yang terluka, Intan Purwaningsih (21) dengan luka lecet bagian kening, Nur Hidayat (18) luka memar di tangan kanan terkena runtuhan atap, Iis Rismayati (20), Suryadi Danusaputra (23), Arif Dwi Prasetyo (19), Yayan Robiana (21). Sedangkan dua warga yang terluka, Astuti (65) dan Sukmawijaya (54) . Keduanya menetap di samping belakang PHD mengalami luka lecet bagian pipi dekat bibir.

Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), bangunan restoran PHD porak poranda rata dengan tanah. Sementara bangunan minimarket yang berada tepat di sebelahnya, sebagian bangunannya hancur terkena imbas ledakan tersebut. Kuatnya ledakan juga menyebabkan tiga rumah milik warga setempat ikut hancur. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan dugaan sementara ledakan tersebut berasal dari tabung gas isi 50 kilogram milik PHD. Namun begitu, pihak kepolisian kini masih menyelidiki lebih dalam guna mencari penyebab ledakan yang menghacurkan restoran cepat saji tersebut.

“Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi, Jhon Hendri (41) dikejutkan dengan sebuah ledakan di restoran tersebut. Asal ledakan dari bagian belakang gedung yang merupakan dapur untuk memasak hidangan. Jadi ini masih dugaan sementara,” tutur Umar.

Umar melanjutkan penyidik masih menggali keterangan saksi-saksi di lokasi dan juga masih menunggu anggota Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk menelusuri penyebab pasti ledakan tersebut.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan petugas PT Pertamina Persero untuk mengidentifikasi penyebab ledakan tersebut. Dan menurut informasi dari manajemen, terdapat empat tabung gas 50 kg. Dua di antaranya sudah kosong.

“Nanti anggota Laboratorium Forensik Mabes Polri akan menyelidiki. Dan karena ada dugaan asal ledakan dari tabung gas, kami akan melibatkan pihak Pertamina,” kata Umar.

Sementara warga sekitar yang panik mendengar suara ledakan langsung berlarian ke luar rumah untuk mencari perlindungan.

Awalnya warga mengira ledakan tersebut berasal dari sebuah bom yang ditaruh di restoran PHD. Tak beberapa lama kemudian anggota kepolisian berdatangan ke TKP melakukan penyelidikan dan mencari keterangan dari beberapa saksi yang berada di tempat kejadian.

Situasi di lokasi terlihat mencekam dengan runtuhnya beberapa bangunan, warga yang penasaran pun berduyun-duyun mendatangi lokasi kejadian.

Menurut seorang saksi Jhon Hendri, pihak tidak berada jauh dari sekitar lokasi kejadian, saat itu, dirinya tengah bersiap-siap akan melakukan aktivitas kesehariannya sebagai tukang parkir di minimarket. Tiba-tiba suara ledakan yang dibarengi runtuhnya bangunan PHD serta sebagian bangunan minimarket, mengagetkan dirinya.

Jhon mengaku suara ledakan tersebut mengakibatkan telinganya berdengung beberapa saat. Sampai akhirnya dirinya sadar dan berlari menjauh. Kemudian Jhon kembali mendekat mencoba memanggil beberapa karyawan minimarket yang berada di dalam bangunan tersebut.

“Kenceng banget suara ledakannya dan matrial bangunan langsung mental ke mana-mana. Kuping sampai sakit, saya gak tau ada apaan langsung lari ngejauh, terus baru inget di dalam minimarket ada tujuh karyawan, saya panggil untungnya pada selamat semua,” cerita Jhon.

Hal senada juga diungkapkan Usman Sardi, seorang pejalan kaki yang sedang melintas di depan lokasi kejadian. Usman menuturkan saat mendengar ledakan keras, dirinya langsung tiarap ke aspal sambil menutup kepala dengan kedua tangannya.

Setelah itu, Usman baru melihat ke arah asal suara, tetapi Usman hanya melihat puing-puing bangunan yang sudah berserakan ke mana-mana.

“Wah kaget banget saya gak tau itu apa. Saya lagi jalan terus bunyi kenceng banget, saya reflek langsung tiarap sambil nutupin kepala pakai tangan. Pas saya bangun liat situasi itu bangunan udah ambruk matrialnya ampar-amparan ke mana-mana. Ini aja jantung masih deg-degan terus gak ilang-ilang kaget banget, kirain dijatuhin bom,” tutur Usman.

Warga setempat lainnya, Sutisna mengaku tidak mencium aroma gas yang menyengat sebelum kejadian ledakan. Pasalnya, kantor tempat Sutisna berhadapan langsung dengan PHD. “Katanya gas, tapi kami di sini gak mencium bau gas, kantor kami kan depan-depanan,” ucap Sutisna.

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …