Tenis Jabar Harus Puas Juara Kedua Peparnas 2016

Para juara tenis lapangan kursi roda tengah foto bersama usai pertandingan terakhir Peparnas XV di Lapangan Tenis Indoor Siliwangi. (asep rahmat)

Para juara tenis lapangan kursi roda tengah foto bersama usai pertandingan terakhir Peparnas XV di Lapangan Tenis Indoor Siliwangi. (asep rahmat)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Hari terakhir pertandingan Cabang olahraga (Cabor) Tenis lapangan kursi roda Peparnas XV, tim Jawa Barat harus puas di posisi ke dua setelah dibungkam kontingen DI Yogyakarta yang lolos menjadi juara umum disusul juara ketiga Provinsi Papua dan juara keempat diraih Kontingen Kalimangan timur.


Medali emas terakhir tim Jawa Barat disumbangkan, Naila Savitri yang turun di kelas tunggal putri utama. Naila mampu mengalahkan atlet Kalimantan Timur, Sri Atum, dengan skor telak 2-0, (6-0 dan 6-3) saat partai final yang berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Siliwangi.

Dengan kata lain selama delapan hari pertandingan tim Tenis Lapangan Jawa Barat berhasil mengumpulkan lima medali emas, empat perak dan tujuh perunggu.

Keberhasilan Naila diakuinya, tidak lepas dari dukungan dan suport semua pihak, terutama keluarga, pelatih dan official.

“Ini medali emas pertama dinomor perseorangan sejak 2004 bergelut dibidang olahraga, saya sangat bersyukur,” ucapnya kepada Radar Bandung saat ditemui usai pertandingan, Minggu (23/10).

Sementara itu, pelatih kepala tenis lapangan Jawa Barat, Daniansyah mengatakan, meskipun tim Jabar gagal meraih target yang diharapkan yakni delapan medali emas, pihaknya tetap mengapresiasi kegigihan dan semangat para atlet.

“Kami memang kecolongan di kelas pemula terlebih saat berhadapan dengan DI Yogyakarta. Walau demikian saya bersyukur para atlet sudah bekerja keras dengan maksimal,” tegasnya.

Terlebih, Daniansyah menuturkan, sebenarnya tim Jabar bisa berpeluang menambah pundi-pundi medali emas terutama di kelas tunggal putra pertama atas nama Agus Sugiharto saat berhadapan dengan atlet asal Kaltim Agus Fitriadi. Namun, karena pada partai final hujan jadi terpaksa pertandingan di pindah ke indoor.

“Saat babak penyisihan pertandingan dilakukan di lapangan out door. Tapi karena penglihatan Agus Sugiarto kurang awas di indoor akhirnya kewalahan saat melawan Agus Fitriadi,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds