Menpora Harap Regenerasi Atlet Harus Dicari Hingga Kampung

Imam Nahrawi mengunjungi pertandingan final bola Peparnas XV di lapangan progresif saat tim Jawa Barat melawan Kalimantan Selatan.. (asep rahmat)

Imam Nahrawi mengunjungi pertandingan final bola Peparnas XV di lapangan progresif saat tim Jawa Barat melawan Kalimantan Selatan.. (asep rahmat)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menteri pemuda dan olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengharapkan regenerasi atlet penyandang disabilitas tidak selalu bersumber dari Sekolah Luar Biasa (SLB), melainkan penggiat olahraga Nasional Paralympic Comitte Indonesia (NPCI) disetiap daerah mencari bibit atlet ke pelosok desa atau kampung.


“Saya yakin di desa atau kampung-kampung banyak penyandang disabilitas yang berpotensi jadi bibit atlet dan selama ini belum ter-ekpose,” ucapnya kepada wartawan ketika ditemui di Lapangan Progresif, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Minggu, (23/10).

Imam menambahkan, terkait pelaksanaan Peparnas XV sesungguhnya menaikan harkat dan martabat serta mengangkat posisi masing-masing daerah. Sebab, adu gengsi dan kontes pembinaan satu daerah diuji dalam event skala nasional yang digelar empat tahun sekali.

“Pemerintah sudah memfasilitasi melalui Peparnas dan semangat ini harus disebar luaskan agar di Peparnas selanjutnya perkembangan atlet bisa lebih baik,” ungkapnya.

Imam mengakui, pelaksanaan Peparnas bukan sekedar olahraga atau berapa medali emas yang diraih. Timpal Imam, jauh dari itu adalah penghargaan pada posisi kemanusiaan atlet yang harus diapresiasi walaupun secara kasat mata banyak keterbatasan.

“Sekilas memang ada keterbatasan tapi setelah digali mereka mampu berprestasi, bahkan bila dilatih dan dibina lebih dalam bukan nama daerah yang dibanggakan tapi tanah air,” beberanya.

Selain itu, terkait masukan dari beberapa atlet dan pelatih yang mengharapkan adanya venue (sport center) untuk atlet penyandang disabilitas, Imam mengaku, akan memikirkan hal tersebut seperti halnya Olimpic center di kawasan Cibubur tempat latihan atlet umum.

“Kalau dilevel nasional atlet Pelatnas disabilitas terfokus di Jawa Tengah, Solo, tapi kami sedang mencari alternatif lain apakah mencari tempat baru atau bagaimana sedang dibahas, karena kami jajaran kementrian olahraga ingin mendorong NPCI bisa berkembang lebih baik lagi,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …