SMA Negeri 9 Bandung Bantah Lakukan Pungli

Pasca Walikota Bandung, Ridwan Kamil, umumkan sekolah yang terlibat kasus pungli, SMA 9 salah satunya ramai dikunjungi awak media untuk dimintai klarifikasi. (asep rahmat)

Pasca Walikota Bandung, Ridwan Kamil, umumkan sekolah yang terlibat kasus pungli, SMA 9 salah satunya ramai dikunjungi awak media untuk dimintai klarifikasi. (asep rahmat)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pasca Walikota Bandung, Ridwan Kamil, berhentikan sembilan kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan SMPN, serta merekomendasikan pemberhentian lima kepala Sekolah Menengah Atas (SMA), salah satunya SMA 9 Kota Bandung yang diduga melakukan gratifikasi atau pungutan liar (pungli),
Kepala Sekolah SMA 9 Kota Bandung, Drs Agus Setia Mulyadi menanggapi hal tersebut.
Menurut dia, pihaknya tidak mengerti tudingan Pemkot Bandung perihal kasus pungli. Padahal, Lembar Hasil Pemeriksaan (LHP) sama-sekali belum dikonfirmasi pihak sekolah.


“Saya prihatin saja, mestinya LHP disampaikan dulu pada kami, kesimpulannya seperti apa, kemudian klarifikasi. Jangan ujug-ujug rekomendasi berhenti,” ucap Agus kepada pojokbandung.com saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (21/10).

Agus menjelaskan, bila menelisik adanya pungli di SMA 9 Bandung, pihaknya mempertanyakan apa yang menjadi latar belakang tudingan tersebut.

Pertama, iuran rutin peserta didik baru sudah sesuai mekanisme, kemudian soal buku di sini (sekolah) tidak ada jual beli dan juga penjualan seragam sekolah dikelola pihak koperasi itupun sifatnya yang baju berlogo seperti batik, sedangkan pakaian putih abu diserahkan kepada orang tua siswa.

“Semua pengelolaan diurus koperasi yang melibatkan semua unsur mulai dari guru, TU, bahkan siswa. Kami sudah terapkan transparansi, apapun itu,” terangnya.

Selain itu, sambung Agus, perihal mutasi siswa dilakukan sesuai norma dan aturan misalnya kewajiban disamaratakan mulai membayar iuran peserta didik baru Rp 4,5 juta dan iuran per bulan Rp 300 ribu.

“Jadi sampai sekarang saya belum mengerti tuduhan pungutan liar di sini seperti apa. Kalau kemarin ada iuran untuk bangunan masjid sifatnya sukarela dan tidak diwajibkan, bisa ditanyakan kepada siswa, orang tua siswa atau guru kok,” tuturnya.

Kendati demikian, kata Agus, pihaknya masih menunggu informasi selanjutnya baik dari Pemkot Bandung, Disdik Kota Bandung ataupun Gubernur Jawa Barat.

“Belum ada informasi lanjutan tapi bila dipertanyakan kami siap klarifikasi. Sekarang kami ikuti dulu proses yang sedang berjalan,” ungkapnya.

Senada, Wakil Kepala Sekolah urusan sarana prasarana SMA 9 Bandung, Iwan Hermawan, menambahkan, berkaitan dengan penerimaan peserta Didik baru di SMA 9 pihaknya mengaku memang menerima lima siswa titipan.Namun, harus diklarifikasi siswa yang dimaksud merupakan titipan dari para pejabat Disdik Kota Bandung.

“Ironis kenapa para pejabat yang menitipkan siswa-siswi melalui PPDB hanya ditegur sedangkan SMA 9 yang statusnya dititipi diberikan sanksi,” keluhnya.

Iwan berharap, Pemkot Bandung bisa memberikan sanksi kepada pejabat Disdik yang menitipkan siswa-siswi tersebut yang dimana menyebabkan kepala sekolah bisa diberhentikan atau diberikan sanksi. Terlebih bila hanya lima SMA dijadikan sampel pengawasan menurutnya tidak adil.

“Tanpa saya sebutkan mungkin saja di luar masih banyak sekolah yang jelas-jelas lakukan kesalahan. Kami berharap kasus ini bisa segera diklarifikasi,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Ridwan Kamil, memberhentikan 9 kepala sekolah dari SD Negeri dan SMP Negeri karena terlibat dalam praktik pungli.

9 kepala sekolah tersebut yakni dari SDN Sabang, SDN Banjarsari, SDN Cijagra 1 dan 2, SMPN 2, SMPN 5, SMPN 13, SMPN 6, SMPN 7 dan SMPN 44.

Selain itu, terdapat lima kepala sekolah SMAN yang direkomendasikan Emil kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena terbukti melakukan penyalahgunaan kewenangan. Lima sekolah tersebut yakni, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 5, SMAN 8 dan SMAN 9. pungkasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …

Kodam Cendrawasih Siap Dukung PON XX Papua

POJOKBANDUNG.com, JAYAPURA – Dalam rangka meminta dukungan dari Kodam XVII/Cenderawasih, Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin bersama rombongan melaksanakan …