1.409 Pasukan Amankan Unjuk Rasa Ormas Islam Se Jabar

Ribuan massa yang tergabung dari berbagai organisasi Islam se-Jawa Barat menggelar aksi unjukrasa dengan melakukan long march menuju Gedung merdeka, di Jln. Merdeka, Kota Bandung, Jumat (21/10). (ramdhani)

Ribuan massa yang tergabung dari berbagai organisasi Islam se-Jawa Barat menggelar aksi unjukrasa dengan melakukan long march menuju Gedung merdeka, di Jln. Merdeka, Kota Bandung, Jumat (21/10). (ramdhani)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sebanyak 1.409 personel gabungan TNI, Brimob, dalmas Polda Jabar dan anggota Polrestabes Bandung mengamankan jalannya unjuk rasa gabungan ormas Islam se-Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, terkait penistaan agama yang dilakukan Ahok, Gubernur DKI Jakarta.


Kabag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Reny Marthaliana mengungkapkan, pasukan disiagakan untuk mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun, selama aksi unjuk rasa semua berjalan kondusif.

“Pengamanan berjalan lancar hingga massa membubarkan diri,” ucapnya saat dihubungi, Jumat (21/10).

Reny mengaku, 1.409 personel ditempatkan di beberapa titik sesuai dengan ploting masing-masing. Timpal Reny, segala bentuk kegiatan selama unjuk rasa mendapat pengamanan penuh dari aparat kepolisian.

“Kami tidak ingin lengah. Kami harus antisipasi dan minimalisir apapun yang terjadi, termasuk mengatur arus lalu-lintas,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Jabar, Irjen Pol Bambang Waskito mengatakan, jika aksi unjuk rasa yang dilakukan besok (kemarin, red) dijamin tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Jika terjadi memblokade jalan raya atau melakukan perusakan maka akan ada tindakan hukum yang diberikan pihak kepolisian.

“Kami sudah intruksikan kalau memang terjadi hal itu, seperti menyekat jalan atau atau melanggar hukum kami siapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menanganinya,” pungkasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …