Anggaran Pengurugan RSUD di Kabupaten Bandung Diduga Ilegal

PENGURUGAN: Pengurugan atau pematangan lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang di Jalan Raya Gading Tutuka Kecamatan Soreang terus berlanjut, meski anggarannya belum diketok palu dewan.

PENGURUGAN: Pengurugan atau pematangan lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang di Jalan Raya Gading Tutuka Kecamatan Soreang terus berlanjut, meski anggarannya belum diketok palu dewan.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – DPRD Kabupaten Bandung mempertanyakan pengurugan atau pematangan lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang di Jalan Raya Gading Tutuka Kecamatan Soreang. Padahal proses pematangan lahan tersebut, diduga ilegal karena hingga saat ini DPRD belum memparipurnakan anggaran untuk pembangunan RSUD tersebut.


Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Hidayat mengaku terkejut, karena pengurukan tanah yang menjadi bagian dari pematangan lahan tengah dalam pengerjaan. Padahal, anggaran untuk pematangan lahan telah dibatalkan pada APBD 2015 lalu oleh DPRD. Bahkan, kata dia, hingga saat ini pimpinan DPRD tidak pernah mensahkan anggaran untuk pematangan lahan tersebut.

“Saya terkejut kok tiba-tiba disana tengah dilakukan pematangan lahan. Karena pada 2015 itu, ada pengajuan anggaran untuk pematangan lahan sebesar Rp 12 miliar. Lalu kami tolak, karena dinilai terlalu besar. Kemudian kami para pimpinan bertemu dengan Bupati untuk membahas ini, dan disepakati anggarannya itu Rp 6 miliar,” ujar Yayat, kemarin (18/10).

Yayat mengatakan, setelah disepakati sebesar Rp 6 miliar, tiba-tiba muncul pengajuan baru sebesar Rp 8,7 miliar. Pihaknya pun kemudian mengadakan rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten, dan saat itu diputuskan untuk pengurugan lahan untuk bangunan baru RSUD Soreang dibatalkan.

“Sampai dengan saat ini belum ada keputusan apa-apa untuk anggaran pengurugan itu. Karena terakhir dalam rapat Banggar, sudah kami batalkan, karena angka Rp 8,7 miliar itu terlalu besar kalau hanya untuk pengurukan,” sebutnya.

Tapi kenyataanya, lanjut dia, tanpa ada konfirmasi apapun pengurukan tanah di lahan seluas 4,3 hektare itu, saat ini tiba-tiba tengah dikerjakan. Hal ini menuai pertanyaan mengingat anggaran untuk pengurukan tersebut belum diketuk palu oleh DPRD Kabupaten Bandung.

“Saya kaget ko tiba-tiba sekarang dilakukan pengurukan tanah. Padahal kan pada 2015 lalu itu dibatalkan. Sedangkan sekarang pengurukan pun tidak ada konfirmasi sama sekali. Selaku unsur pimpinan di DPRD saya tidak mengetahui,” tandasnya.

Keberadaan bangunan baru RSUD Soreang nantinya, diakuinya memang akan menjadi angin segar, ketika bangunan lama sudah tak mampu lagi menampung pasien dari berbagai daerah di Kabupaten Bandung, yang selalu membeludak.

Selama ini, daya tampung RSUD Soreang sudah tidak sesuai dengan jumlah pasien, yang setiap harinya bisa mencapai 300-350 orang. Sedangkan daya tampungnya hanya sebanyak 220 tempat tidur.

“Tentu saja kami mendukung adanya bangunan baru untuk rumah sakit ini, karena memang sangat dibutuhkan. Tapi semuanya tetap dong harus sesuai aturan, jangan seenaknya,” katanya.

Diketahui, pembangunan fisik rumah sakit yang berada di Ibu Kota Kabupaten Bandung itu direncanankan mulai dikerjakan pada 2016, dengan membutuhkan anggaran keseluruhan mencapai Rp 450 miliar. Namun, karena dibatalkannya anggaran untuk pematangan lahan tersebut pada 2015 lalu, proses pembangunan belum bisa dilakukan hingga kini. (apt)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …