Puluhan Anak Sekolah Dasar Kampanyekan Cuci Tangan


KAMPANYE: Puluhan anak Sekolah Dasar (SD) merayakan Hari cuci tangan pakai sabun (CTPS) se dunia yang jatuh pada 15 Oktober 2016 di Alun-alun Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

KAMPANYE: Puluhan anak Sekolah Dasar (SD) merayakan Hari cuci tangan pakai sabun (CTPS) se dunia yang jatuh pada 15 Oktober 2016 di Alun-alun Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

POJOKBANDUNG.com , LEMBANG-Puluhan anak Sekolah Dasar (SD) merayakan Hari cuci tangan pakai sabun (CTPS) se dunia yang jatuh pada 15 Oktober 2016 di Alun-alun Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Untuk menyosialisasikan pentingnya mencuci tangan pakai sabun se-dunia ini, anak-anak akan mempraktekan enam langkah yang benar mencuci tangan memakai sabun.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Penggerak PKK Provinsi Jabar, Netty Prasetyani Heryawan dan Ketua Penggerak PKK Kabupaten Bandung Barat, Elin Abubakar hadiri peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se-Dunia di Alun-alun Lembang, kemarin.

“Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 31.200 anak balita di Indonesia meninggal tiap tahun karena diare. Di dunia diperkirakan 1,87 juta anak balita terancam diare. Diare jadi penyebab kematian bayi dan anak balita kedua terbanyak setelah pneumonia,” tuturnya kepada wartawan.

Jika perilaku itu diikuti, menurutnya, pembangunan sanitasi berbasis masyarakat, seperti jamban sehat, aliran air bersih, drainase, dan lingkungan yang bersih, kasus-kasus tersebut dapat turun hingga 90 persen.

Kepala Dinas Kesehatan, Pupu Sari Rohayati menuturkan, Faktanya dengan teangan kita diantaeanya area kuku dan sekitarnya memiliki kuman terbamyak. Jumlah kuman di telapak tangan bisa mencapai 400.000 bakteri/CM2. 80 persen penyakit menular ditularkan lewat sentuhan.

“Perilaku mencuci tangan pakai sabun mengurangi angka kejadian diare 45 persen, mencegah penyebaran kecacingan, menurunkan kasus infeksi saluran pernapasan akut, dan flu burung hingga 50 persen. Penyakit mata dan infeksi kulit juga dapat dicegah,” jelasnya.

Pupu menjelaskan, dengan menjaga kebersihan tangan menurunkan angka infeksi hingga 50 persen, itulah pentingnya cuci tangan. “Diharapkan dapat budaya cuci untuk bisa terus dilakuakn di dalam keluarga maupun di sekolah,” ungkapnya.

Berikut tata cara yang benar mencuci tangan menggunakan sabun sesuai anjuran WHO, bersihkan tangan menggunakan air bersih dan mengalir, balurkan sabun secara merata, gosok telapak tangan bergantian, sela-sela jari, ibu jari kiri kanan, kuku jari, dan ibu jari secara mengunci, pergelangan tangan dan terakhir bilas menggunakan air bersih dan mengalir. (*)

Loading...

loading...

Feeds

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …