Permen Jari Narkoba Hanya Isu

ilustrasi permen narkoba

ilustrasi permen narkoba

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–BB POM Bandung memastikan permen jari aman dikonsumsi karena tidak mengandung zat berbahaya atau narkoba. Kepala BB POM Bandung Abdul Rahim mengatakan, pihaknya telah mengambil sejumlah sampel permen jari yang beredar di Bandung.


Berdasarkan hasil pengujiannya itu, permen tersebut sama sekali tidak mengandung narkoba seperti yang dikabarkan. “Pewarna yang dilarang pun negatif, artinya tidak ada zat pewarna yang dilarang. Apalagi mengandung narkoba atau psikotropika,” kata Abdul Rahim.

Sehingga, dirinya memastikan kembali permen tersebut aman dikonsumsi. Permen itupun masih beredar bebas di pasaran.

“Kami tidak menarik, karena memang itu aman dan enggak berbahaya. Dari BB POM pusat pun enggak ada instruksi penarikan,” katanya.

Dia menambahkan, uji coba sampel inipun dilakukan di sejumlah daerah lainnya, tidak hanya di Bandung. Hasil uji laboratorium tersebut menunjukkan hasil yang sama yakni tidak ada kandungan narkoba.

“Pengujian ini tidak hanya di Bandung,” katanya. Bahkan, di daerah asal adanya dugaan permen jari mengandung narkoba pun negatif zat berbahaya tersebut.

Dia menilai, adanya kejadian anak tertidur lima jam setelah mengonsumsi permen tersebut bisa jadi karena faktor lain, bukan akibat kandungan permen tersebut. “Itu hanya isu tertidur lima jam, diduga ada narkoba. Padahal bisa saja dia karena sakit, atau faktor lain,” bebernya.

Sementara itu, dia pun memastikan bahwa permen jari ini terdaftar di BB POM. “Permen ini diimpor resmi. Terdaftar di BB POM,” pungkasnya.

Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat masih menunggu hasil penelitian lebih jauh dari Balai Besar POM terkait ditemukannya permen jari yang diduga mengandung narkoba. BNN belum melakukan penelusuran lebih jauh karena kasus tersebut masih diselidiki oleh BB POM.

BNN Provinsi Jabar Brigjen Pol. Ibrahim mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BB POM untuk menuntaskan ditemukannya permen jari tersebut. “Masih dikoordinasikan dengan BB POM,” kata Ibrahim.

BB POM pun, kata dia, belum menyerahkan penanganan kasus ini ke BNN. “Jadi sekarang masih kewenangan mereka,” ucapnya.

Lebih lanjut dia katakan, peredaran narkoba ini tergolong modus baru. “Sebelumnya belum ada bentuk permen. Kalau rokok ada,” katanya.

Disinggung cara membedakan makanan yang mengandung dengan narkoba dengan yang tidak, menurutnya hal itu sulit. “Memang sulit, harus diselidiki dengan BB POM,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …