Harga Cabai di Bandung Melonjak Kembali 2 Kali Lipat

MELONJAK : Sudah dua hari ini harga cabai di Pasar Sederhana melonjak lagi, dari tadinya Rp 35.000/kg jadi Rp 60.000/kg.

MELONJAK : Sudah dua hari ini harga cabai di Pasar Sederhana melonjak lagi, dari tadinya Rp 35.000/kg jadi Rp 60.000/kg.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG Sudah dua hari ini harga cabai di Pasar Sederhana melonjak lagi, dari tadinya Rp 35.000/kg jadi Rp 60.000/kg. Menurut para pedagang kenaikan harga ini akibat hujan yang beberapa hari ini terus turun, akibatnya suplai kurang dan harga di Pasar Caringin naik.


“Iya Pak, sudah dua hari ini naik lagi. Kita sih gimana harga di Pasar Caringin. Kan kita ngambil dari sana. Kalau disana naik kita juga terpaksa naikin harga,” kata salah satu pedagang di Pasar Sederhana Wawan (27), Kamis (13/10).

Dani (32) pedagang lainnya mengatakan, lonjakan harga ini membuat keuntungannya berkurang karena dengan modalnya yang pas pasan membuat dia hanya punya stok barang sedikit dan jualnya juga sedikit. Sementara omsetnya juga turun karena dengan lonjakan harga membuat pembeli pun mengurangi jumlah pembeliannya.

“Kita mah gak bisa mengambil untung besar kang. Da kalau kita jual terlalu mahal juga gak akan ada yang beli,” kata Dani.

Dia berharap pemerintah bisa membuat suplay barang stabil sehingga harga barang di pasar induk pun stabil. Jika harga dipasar induk stabil pedagang bisa punya stok cukup, omzet stabil dan keuntungan pun stabil.

Melonjaknya harga cabai ini disayangkan oleh Dirut PD Pasar Kota Bandung Ervan Maksum. Menurutnya cuaca buruk di kota Bandung mestinya tidak dijadikan alasan untuk menaikan harga karena belum tentu di sentra pertaniannya kondisi cuaca sama buruknya.

“Gejolak harga komoditas sebenarnya bisa diatasi jika kita punya data base yang lengkap mengenai jumlah pedagang berapa, kebutuhannya berapa dan source nya dari mana. Kita kan bisa lebih mudah memberikan solusi.” ungkap Ervan.

Oleh karena itu kata Ervan PD Pasar sedang menyiapkan data base tersebut sehingga Pemerintah Kota Bandung bisa mengetahui siapa berjualan apa, dimana, berapa kebutuhannya, berapa harganya dan dimana sourcenya.

“Datanya sudah mulai kita kumpulkan sejak awal Oktober ini dan akan selesai dalam waktu tiga atau empat bulan kedepan,” kata Ervan.

Mengenai pengendalian harga, menurut Ervan, kendati tugas utama PD Pasar adalah menyediakan ruang dagang yang baik, teapi PD pasar juga ingin menjadikan pasar menjadi sentra atau salah satu komoditas sehingga pemerintah bisa ikut mengendalikan harga.

Selain itu PD pasar juga ingin punya data base pasar secara keseluruhan supaya bisa memberikan masukan kepada pemerintah kota dalam menjaga suplay dan deman yang pada akhirnya bisa mengendalikan gejolak harga komoditas di pasar.

Ervan mengungkapkan, dengan data base yang lengkap pemerintah akan tahu kapan waktu suatu komoditas akan langka dan tahu juga sumbernya komoditasnya dari mana. Ketika suatu komoditas langka di pasaran pemerintah bisa berkerjasama dengan pemerintah kota penghasil komoditas tersebut untuk mengirimkan suplai komoditas yang dibutukan kota Bandung.

“Seperti dengan Merauke kan pemerintah kota sudah merintis kerjasama dalam suplai beras. Di sana kan ada 50.000 hektar sawah jadi suplainya banyak,” pungkas Ervan. (gun/bas)

Loading...

loading...

Feeds