Cegah Investasi Bodong, Satgas Waspada Investasi di Jabar Resmi Dibentuk

Pengukuhan tim Satgas Waspada Investasi di Jabar yang berlangsung di Gedung Sate, Bandung, Jumat (14/10).

Pengukuhan tim Satgas Waspada Investasi di Jabar yang berlangsung di Gedung Sate, Bandung, Jumat (14/10).


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG
–Untuk mencegah terus terjadinya investasi bodong di Jawa Barat, Satuan Tugas Waspada Investasi di Jabar akhirnya resmi dibentuk, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (14/10/2016). Satgas ini terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan, Polda Jabar, Kejaksaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi UMKM, Badan Penanaman Modal, Kementerian Agama, dan Badan Penanaman Modal.


Kepala Kantor Regional II OJK Bandung Sarwono mengatakan, keberadaan satgas ini sangat penting. Satgas ini, kata dia, menjadi motor penggerak dalam mencegah dan menangani investasi bodong.

Menurut dia, satgas tersebut memiliki tugas yang berat karena dihadapkan pada sejumlah kendala. Salah satunya karena setiap tawaran investasi ilegal melibatkan jumlah masyarakat yang banyak.

“Mudah-mudahan di Jabar tidak ada yang tergiur Kanjeng Dimas,” katanya. Namun, pihaknya mengaku lebih tertantang dengan banyaknya investasi bodong yang mengorbankan masyarakat banyak ini.

“Semangat untuk mencegah praktik ini dan jaga kepercayaan masyarakat. Siap melaksanakan tugas dan peran satgas waspada,” bebernya.

Anggota Dewan Komisioner OJK Ilya Avianti meminta masyarakat lebih waspada terhadap praktik investasi bodong ini. Dia pun meminta tim satgas ini bisa lebih aktif dalam mencegah dan mengatasi praktik tersebut.

“Sebelum terjadi, bukan setelah terjadi. Tim satgas ini harus bergerak sebelum masyarakat mengalami kerugian,” katanya di tempat yang sama.

Dalam kejahatan ini, pelaku menyasar segala tingkatan masyarakat sehingga tidak pandang bulu. “Tak terkait gender, profesional pun bisa terbujuk,” katanya.

Dia menyebut, satgas dan semua pihak terkait lainnya harus lebih aktif turun ke masyarakat untuk memberi pengarahan ke masyarakat. “Tugas kita bersama. Kalau punya uang, akan digunakan untuk apa?” katanya.

Dalam memilih investasi, menurutnya warga harus mengetahui seluk beluk investasi yang akan dipilihnya. Dia pun menilai, industri perbankan saat ini kurang menarik di mata masyarakat dibanding investasi yang ada.

Oleh karena itu, dia meminta perbankan lebih hadir ke masyarakat untuk menawarkan produknya. Dia mendeteksi, saat ini terdapat sedikitnya 47 investasi ilegal.

“Tawaran ini banyak yang menggunakan label syariah, seolah-olah halal. Padahal tak berizin,” katanya.

Menurutnya, sebelum ada satgas ini, penanganan investasi ilegal hanya dilakukan di tataran pusat, tidak menyentuh daerah. Kondisi ini diperburuk oleh perkembangan teknologi dan informasi.

Pelaku investasi ilegal bisa dengan mudah menawarkan produknya ke masyarakat melalui media sosial yang semakin beragam. Sehingga tidak mengherankan jika saat ini investasi bodong terus bermunculan di masyarakat.

Meski tidak mengantongi izin dari pemerintah, para pelaku tidak ragu menawarkan modusnya tersebut ke masyarakat. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan membenarkan, investasi ilegal tumbuh di masyarakat.

Untuk mencegahnya, perlu penyadaran masyarakat agar lebih rasional dalam berinvestasi. “Masyarakat tidak sadar. Jadi untuk pencegahan, masyarakat harus rasional,” katanya.

Selain sosialisasi yang gencar ke masyarakat, Heryawan pun berharap adanya penegakan hukum dalam menyikapi kasus tersebut. “Penegakan hukum penting,” katanya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Rina Gunawan Meninggal Dunia

Rina Gunawan, istri dari Teddy Syach dikabarkan meninggal dunia pada hari ini Selasa (2/3). Kabar duka tersebut dibenarkan sang manajer.

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …