Tingginya Curah Hujan Sebabkan 5 Titik Longsor di Saguling

LONGSOR: Jumlah total rumah yang mengalami rusak berat dan rusak ringan akibat longsor yang terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Saguling Kabupaten Bandung Barat pada Senin (10/10) mencapai 52 rumah.

LONGSOR: Jumlah total rumah yang mengalami rusak berat dan rusak ringan akibat longsor yang terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Saguling Kabupaten Bandung Barat pada Senin (10/10) mencapai 52 rumah.

POJOKBANDUNG.com, SAGULING – Jumlah total rumah yang mengalami rusak berat dan rusak ringan akibat longsor yang terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Saguling Kabupaten Bandung Barat pada Senin (10/10) mencapai 52 rumah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun 2 orang dinyatakan mengalami luka ringan dan luka berat.


“Rumah yang rusak, seperti di Desa Saguling ada 33 rumah yang rusak berat dan ringan, 9 rumah di Desa Jati, 1 rumah di Desa Cikande dan 2 rumah di desa Cipangeran, semuanya dalam catatan ada 52 rumah” ungkap Camat Saguling Iyep Tamchur Rachmat saat dihubungi, Rabu (12/10)

Iyep menyebutkan, warga yang terluka akibat longsor kemarin, yakni Asep Kurnia dan Ecin, warga Kampung Cikarang RT 02/07, Desa Saguling. Asep kurnia mengalami luka ringan, sementara Ecin harus dirujuk ke rumah sakit Hasan Sadikin Bandung.

“Ibu Ecin usianya 50 tahun langsung dibawa ke puskesmas lalu dibawa ke RSUD Cililin namun kondisinya cukup parah akhirnya dirujuk ke rumah sakit Hasan Sadikin Bandung,” terangnya.

Iyep mengatakan, akibat longsor tersebut, kerusakan terparah dialami Desa Saguling . Seperti di Kampung Cikarang, 2 rumah diketahui telah tertimbun longsoran tanah dan rumah lainnya mengalami rusak berat. Kemudian di Kampung Cipeuteuy, 5 rumah mengalami rusak parah dan 1 rumah tertimpa pohon.

“Kerusakan paling parah di desa Saguling, bahkan di Kampung Cipeuteuy Desa Saguling itu ancaman berat masih mengancam buat masyarakat yang berada di bawah longsoran,” katanya.

Dikatakan Iyep, meski belum dihitung berapa kerugiaan materi yang harus ditanggung warga, namun akibat longsor tersebut kerugian bisa dipastikan mencapai ratusan juta rupiah.

“Kami dari camat, harapannya ya ada bantuan dari Pemda,” ujarnya.

Iyep mengatakan, selain mengakibatkan kerusakan sejumlah rumah, longsor juga sempat menutupi sejumlah jalan. Saat ini, meski belum semuanya, sebagian jalan telah bisa diakses kembali dengan bantuan alat berat. Seperti di Desa Cikande, jalan yang awalnya tertutup parah oleh timbunan tanah sepanjang 25 meter, kini sudah bisa diakses kembali.

“Jalan yang masih tertutup yakni jalan yang menghubungkan Kampung Cikarang dengan Kampung Cibuluh karena alat berat masih membersihkan secara total di kampung Cikande,” terangnya.

Iyep menambahkan, saat ini untuk korban yang terkena bencana longsor dievakuasi tinggal di rumah saudaranya. pihaknya pun telah membentuk tim untuk penanganan pasca bencana.

“Seperti pembentukan Satuan Kordinator Pelaksanaan untuk kegiatan rehabilitasi dan kerohanian bagi warga akibat trauma,”ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data yang dihimpun dari Petugas Babhinkamtibmas Desa Saguling, akibat tingginya curah hujan 2 hari terakhir mengakibatkan longsor di beberapa titik di Kecamatan Saguling, diantaranya:

  1. Kampung Cijambe RT 01/10 Desa Cikande
  2. Kampung Ciiwur RT 02/10 Desa Cikande
  3. Kampung Cikarang RT 02/07 Desa Saguling
  4. Kampung Cipeuteuy RT 04/05 Desa Saguling
  5. Kampung Cipeundeuy RT 01 dan 05/04, RT 02 dan 03/06 Desa Jati.

Kepala Bidang Kedaruratan Logistik (Darlog) BPBD KBB Diki Maulana menuturkan, saat ini pihaknya dengan menggunakan alat berat masih membenahi sejumlah titik yang diterjang longsoran tanah. Seperti akses jalan di Desa Cikande yang sebelumnya tertutup oleh material longsoran tanah sepanjang 25 meter , saat ini sudah bisa digunakan.

“Besok (hari ini,red) kita tinggal ke kampung Cikarang Desa Saguling untuk membuka akses jalan yang menghubungkan Kampung Cikarang Desa Saguling dengan Kampung Cibuluh yang masih tertutup tanah,” ungkap Diki.

Diki mengatakan, titik-titik lokasi yang terjadi longsor masih berpotensi terjadi longsor susulan. Untuk itu, pihaknya mengimbau bagi warga yang saat ini telah diungsikan untuk tetap tinggal ditempatnya saat ini untuk sementara.

Terkait hal itu, lanjut Diki, besok (hari ini, red) rencananya bersama dinas Binamarga akan melakukan pemantauan secara langsung untuk penanganan kedepannya agar tidak lagi terjadi bencana longsor.

“Besok dinas binamarga akan ke lokasi agar secara teknis bisa diketahui bagaimana cara penangannan longsor ini untuk kedepannya,” katanya. (bwo/bas)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …