Menteri Sosial Resmikan Elektronik Warung Gotong Royong Cimahi

MENSOS: Menteri Sosial RI, Chofifah Indar Parawansa bercengkrama bersama masyarakat usai meresmikan salah satu e-warong di Kelurahan Citeureup, Kota Cimahi, Selasa (11/10)

MENSOS: Menteri Sosial RI, Chofifah Indar Parawansa bercengkrama bersama masyarakat usai meresmikan salah satu e-warong di Kelurahan Citeureup, Kota Cimahi, Selasa (11/10)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bantuan sosial dan program subsidi non tunai dari Pemerinah Pusat untuk keluarga tidak mampu, diintegrasikan melalui program elektronik warung gotong royong (e-Warong) Kelompok Usaha Bersama Elektronik Program Keluarga Harapan (KUBE PKH).


Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengatakan, e-warong ini menyediakan bahan pangan, sebagai konversi dari program subsidi pangan berupa beras sejahtera yang sekarang jadi bantuan pangan.

“Mereka (rumah tangga sasaran) boleh menukarkan bantuan pangan di sini. Beras, gula, minyak goreng, dan tepung,” katanya usai meresmikan program e-Warong di Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Selasa (11/10)
Selain menukarkan bahan pangan, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) bisa memanfaatkan e-warong dalam transaksi yang terkait dengan pembayaran listrik, pulsa atau kegiatan perbankan, seperti cek saldo, menabung dan mengambil uang.

Semua transaksi bisa dilakukan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sementara proses perbankan, penerima bansos memiliki buku tabunganKu yang sudah interkoneksi dengan empat perbankan BUMN.

Ia mengungkapkan, Kota Cimahi merupakan kota ke-25 dari 44 kabupaten/kota di Indonesia yang ditargetkan memiliki e-Warong pada tahun ini.

“Dari target 302 e-Warong yang didirikan sampai akhir Desember mendatang, e-Warong di Cimahi ialah e-Warong ke-65 yang sudah diresmikan. Tahun depan kami punya target 3.000 e-Warong,” katanya.

Ia optimistis, penerima PKH sekarang ini mau penerimaan putaran keempat pada November mendatang, bisa menembus angka satu juta penerima PKH secara nontunai. Target untuk tahun depan, sebanyak enam juta penerima PKH secara nasional.

Terkait dengan bantuan pangan, Khofifah menyatakan, bahan pangan yang terdapat di e-Warong disuplai dari Bulog. Akan tetapi, jika pada musim panen bahan-bahan kebutuhan pokok dari petani ternyata lebih murah harganya dibandingkan dengan Bulog, maka dapat dijual juga di e-Warong.

Dia menambahkan, bantuan sosial dari pemerintah daerah juga bisa diintegrasikan melalui KKS.

“Kesepakatan nasionalnya seperti itu. Seperti bansos, misalkan sekarang Kota Cimahi mau memberikan bansos, daripada cetak-cetak kartu baru, toh yang disasar sama, bisa langsung diintegrasikan di kartu ini juga,” tuturnya.

Untuk penentuan e-Warongnya, didirikan di setiap 1.000 penerima rastra. Jadi memisalkan, di Kota Cimahi ada sekitar 18.900-an penerima rastra, maka sebaiknya didirikan 19 e-Warong. (bbb/bas)

Loading...

loading...

Feeds