Korban Puting Beliung Parigi Masih Terus Didata

Korban puting beliung Parigi, Kabupaten Pangandaran berada di reruntuhan bangunan yang hancur akibat puting beliung kemarin siang. Foto: Nana Suryana / Radar Tasikmalaya

Korban puting beliung Parigi, Kabupaten Pangandaran berada di reruntuhan bangunan yang hancur akibat puting beliung kemarin siang. Foto: Nana Suryana / Radar Tasikmalaya

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Puting beliung yang terjadi di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran merusak ratusan rumah. Bahkan, fenomena alam inipun menimbulkan satu korban jiwa atas nama Ade Sapti (40) warga RT 03 RW 04 Dusun Bojong Salawe, Desa Karang Jalatri, Kecamatan Parigi.


Juru Bicara SAR Bandung, Joshua, mengatakan, puting beliung ini terjadi sekitar pukul 14.00, kemarin. Terjangan angin ini sedikitnya menyapu empat dusun yakni Astamaya di Desa Karangjaladri, Buniayu di Desa Karangjaladri, Bojongsalawe di Desa Karangjaladri, dan Purwasari di Desa Parigi.

LOKASI PUTING BELIUNG. Anggota polisi dan Tagana bergerak ke lokasi bencana puting beliung di Parigi, Kabupaten Pangandaran kemarin.

LOKASI PUTING BELIUNG. Anggota polisi dan Tagana bergerak ke lokasi bencana puting beliung di Parigi, Kabupaten Pangandaran kemarin.

Angin puting beliung ini, kata dia, mengakibatkan rumah-rumah rusak berat serta merusak kendaraan roda empat akibat tertimpa pepohonan. Menurutnya, pendataan daerah dan bangunan yang terdampak masih terus dilakukan bersama unsur terkait.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Provinsi Jabar Budiman mengaku belum mengetahui pasti data terkait korban bencana tersebut. “Kami masih mendata,” katanya saat dihubungi, kemarin.

Pihaknya bersama BPBD Pangandaran telah melakukan penanggulangan dengan mengevakuasi warga yang rumahnya rusak. BPBD pun telah menyiapkan tenda pengungsian dan mendirikan dapur umum untuk para pengungsi.

Sementara itu, pakar hukum dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, mengatakan, banyak peraturan lingkungan di Jabar yang dilanggar sehingga menimbulkan bencana alam. Dia menilai hukum lingkungan mudah dilanggar karena banyaknya kelonggaran yang dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab.

“Selain karena faktor alam, bencana alam juga timbul salah satunya disebabkan ulah tangan manusia. Contohnya, lahan yang fungsi seharusnya menjadi konservasi hutan lindung malah dipakai untuk fungsi lain. Ini harus segera diantisipasi,” katanya saat dihubungi.

Dia menjelaskan, aturan lingkungan sudah cukup kuat karena tertuang dalam undang-undang dengan tujuan penataan ruang demi mencegah timbul bencana. Berbeda dengan gempa bumi dan tsunami, menurutnya bencana alam longsor dan banjir terjadi akibat campur tangan manusia yang salah memanfaatkan ruang.

Asep berharap dinas-dinas yang berkaitan dengan penggunaan lahan bisa memperketat penerbitan izin terutama di wilayah konservasi. Sebab, lahan konservasi kerap diincar para pengusaha nakal untuk dijadikan objek wisata seperti hotel dan restoran.

“Harus diantisipasi, undang-undang telah mengingatkan atau masyarakat tidak boleh memanfaatkan ruang di tempat rawan bencana,” bebernya. Selain persoalan pelanggaran hukum lingkungan, dia juga menyoroti lima daerah di Jabar yang belum membentuk BPBD.

Adapun daerah-daerah tersebut diantaranya Kabupaten Subang dan Purwakarta. Menurutnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan harus mendesak pemerintah kabupaten/kota yang belum memiliki BPBD untuk segera membentuk badan khusus penanggulangan kebencanaan tersebut.

Terlebih, kondisi Jabar saat ini dalam status siaga bencana alam. Saat ini, peluang pembentukan BPBD semakin terbuka dengan perubahan susunan organisasi tata kerja (SOTK) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

“Ini tanggungjawab pemprov agar daerah-daerah tersebut segera melakukan pembentukan BPBD. Enggak apa BPBD tandem dengan kebakaran karena yang penting ada lembaganya dan ini menjadi kewajiban yang diperintahkan undang-undang,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BMKG Stasiun Bandung turut melakukan pemantauan hilal atau rukyat hilal 1 Syawal 1442 H untuk penetapan Idul …