Padalarang-Saguling Hanya Satu Jam

JEMBATAN: Inilah Jembatan Cireundeu saat dibangun. Jembatan yang menghubungkan perbatasan Desa Jayamekar Kecamatan Padalarang dan Desa Bojonghaleuang Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat akan segera rampung.

JEMBATAN: Inilah Jembatan Cireundeu saat dibangun. Jembatan yang menghubungkan perbatasan Desa Jayamekar Kecamatan Padalarang dan Desa Bojonghaleuang Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat akan segera rampung.

POJOKBANDUNG.com, SAGULING – Pembangunan Jembatan Cireundeu yang menghubungkan di perbatasan Desa Jayamekar Kecamatan Padalarang dan Desa Bojonghaleuang Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat akan segera rampung. Walaupun masih terdapat persilisihan mengenai tanah yang digunakan, Pemkab Bandung Barat optimis akan segera selesai.


Perselisihan antara Kota Baru Parahyangan dengan PT Indonesia Power (IP), sudah ditangani oleh pihak provinsi selaku mediator agar menyelesaikan persoalan sengketa lahan tersebut. Namun, pada intinya bila jembatan tersebut sudah selesai dibangun, akan membawa dampak positif bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Maman S Sunjaya mengatakan, jika jembatan itu sudah rampung, maka akan membantu masyarakat Padalarang menuju Saguling bahkan memudahkan akses menuju Cipongkor, Sindangkerta, Gununghalu, hingga Rongga. Banyak manfaat yang bakal dirasakan oleh kedua wilayah, mulai dari peningkatan roda ekonomi masyarakat.

“Pembangunan jembatan tersebut dilakukan oleh Kota Baru Parahyangan. Jika sudah selesai dibangun, tentu akan membantu masyarakat yang ingin menuju wilayah selatan. Untuk itu, pemerintah daerah mendorong pembangunan jembatan tersebut agar cepat selesai. Bayangkan saja, yang biasanya dari Padalarang menuju Gununghalu itu 3 jam, dengan terwujudnya jembatan ini hanya membutuhkan 1 jam saja,” kata Maman kepada wartawan di Ngamprah, Minggu (9/10).

Ataupun sebaliknya, Maman menjelaskan, akan lebih cepat lantaran terhindar dari kemacetan.

“Terutama saat keluar Tol Padalarang yang ingin menuju Saguling hingga ke Gununghalu bisa melalui jembatan tersebut,” katanya.

Setelah jembatan Cireundeu terwujud, selanjutnya pemerintah daerah akan melakukan MoU dengan Kota Baru Parahyangan terkait rencana pelimpahan aset. Saat ini, pihaknya tengah menyusun rumusan MoU yang akan dilakukan dengan Kota Baru Parahyangan.
“Kita akan lakukan MoU terkait pelimpahan aset jembatan tersebut menjadi milik pemerintah daerah. Sehingga ke depan, pemeliharaan akan menjadi tanggung jawab pemerintah karena jembatan itu memang untuk publik,” ujarnya.
Selain jembatan, kata dia, rencananya pelimpahan aset jalan milik Kota Baru Parahyangan juga akan diserahkan kepada pemerintah daerah. Karena jalan tersebut nantinya akan dilalui oleh masyarakat umum untuk menuju wilayah selatan.
“Sekarang jalan itu hanya digunakan oleh penghuni di Kota Baru. Tapi, kalau jembatan sudah bisa digunakan, otomatis masyarakat umum akan melewati jalan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga Padalarang, Indra Sugiwan,30, menyambut baik langkah yang dilakukan pemerintah daerah dengan Kota Baru Parahyangan. Dengan adanya infrastruktur jembatan itu, memudahkan masyarakat yang akan menuju wilayah selatan.

“Sebagai warga Padalarang saya mendorong agar jembatan itu cepat selesai. Kalau mau ke Saguling lebih cepat dan dekat,” pungkasnya. (bie/bas)

Loading...

loading...

Feeds