Atasi Kemacetan, Warga Harus Pakai Angkot

Para sopir angkot dan taksi konvensional melakukan aksi mogok  massal untuk menuntut pemerintah meninjau ulang keberadaan taksi online, aksi damai juga dilakukan ke Pemprov Jabar.

Para sopir angkot dan taksi konvensional melakukan aksi mogok massal untuk menuntut pemerintah meninjau ulang keberadaan taksi online, aksi damai juga dilakukan ke Pemprov Jabar.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-Beragam permasalahan kembali dihadapi Kota Bandung. Salah satunya kemacetan yang semakin membuat jalanan padat merayap. Seperti di Jalan Ahmad Yani, Jalan Jakarta, Kosambi dan beberapa jalan lainnya yang kerap menjadi langganan macet.


Kepala Dinas Perhubungan, Didi Ruswandi menanggapi hal tersebut. Kata Didi, solusi terbaik agar Bandung kembali menjadi kota yang nyaman yaitu masyarakat harus kembali menggunakan angkot sebagai transportasi dalam aktivitas kerjanya.

“Kegiatan masyarakat Kota Bandung setiap hari kebanyakan menggunakan kendaraan umum, hal itu dilihat saja dari berapa banyak kendaraan saat ini. Solusinya ya memang harus naik angkot lagi, kalau mau tidak macet,” ujar Didi saat ditemui Minggu (09/10/2016)

Lebih lanjut Didi menjelaskan sebenarnya, persoalan macet ini juga dilatarbelakangi dari gaya hidup masyarakat Bandung yang semakin tinggi. Ketika seseorang tidak memakai mobil itu akan dipikir kalangan kelas menengah ke bawah. Hal seperti itu, kata Didi, yang akhirnya membuat masyarakat lebih memilih untuk memakai kendaraan pribadi.

“Kalau sekarang kan beda, gaya hidup juga mempengaruhi masyarakat dalam berkendaraan. Naik motor saja sudah dipikir kalangan yang bawah, bagaimana kalau naik angkot. Itu yang harus diubah dan digerakkan kembali untuk masyarakat mau menggunakan transportasi massal.”Imbuh Didi

Didi terus mendukung pemerintah dalam menggalakkan “Jumat Ngangkot” yaitu masyarakat diwajibkan untuk menggunakan angkot dalam beraktivitas. Menurutnya, jika masyarakat mau kembali menggunakan angkot maka kemacetan di Bandung tidak akan terjadi.

Tidak hanya menyoal macet. Dedi juga menanggapi menyoal parkir liar di Bandung yang semakin marak. Kata Dedi persoalan parkir liar hanya disebabkan oleh dua hal, mendesak atau memang lahan yang tidak banyak tersedia dengan jumlah kendaraan yang meningkat setiap tahunnya.

“Kalau parkir liar itu, kan orang tahu ya mana seharusnya parkir yang ilegal dan tidak. Hanya dua hal sebenarnya, mendesak atau memang lahan parkir tidak memadai. Untuk saat ini, memang lahan parkir tidak mencukup di Kota Bandung, tapi tetap kegiatan parkir liar tetap tidak boleh, karena sudah ada perda yang mengatur,” jelas pria berkacamata tersebut.

Baik persoalan kemacetan atau parkir liar, solusi yang ditawarkan Didi tetap sama yaitu masyarakat harus kembali menggunakan angkot, maka segala persoalan akan selesai.

“Kembali pada angkutan umum, biar angkot tidak kosong. Jadi saling memberikan solusi, angkot ada penumpang, masyarakat tidak kemacetan,” tandasnya. (raj/bas)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Jamin Data Pelanggan Tetap Aman

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan manfaat teknologi secara menyeluruh untuk …

Pengisi Suara Doraemon Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari Nurhasanah. Wanita yang namanya dikenal sebagai pengisi suara Doraemon ini dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (12/7) …