Usus Bocah Ini Keluar Cuma Dibungkus Plastik Makanan

bocah usus diluar dibungkus plastik

bocah usus diluar dibungkus plastik

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bocah Yusa Al Faridzi harus menjalani hidup dengan penuh rasa sakit sejak satu tahun terakhir. Bocah 6 tahun itu divonis dokter menderita kebocoran pada bagian usus. Usus Yusa menonjol ke luar dari tubuh, sehingga harus dibungkus dengan plastik makanan karena tak punya biaya berobat.


Orang tua Yusa, Dede Suherman dan Rohaeti tak bisa berbuat banyak lantaran keterbatasan ekonomi. Tak ayal, kondisi Yusa dibiarkan begitu saja.

“Awalnya Yusa hanya mengeluh sakit perut sekitar Januari 2016. Namun, sejak seminggu diperiksakan dan diberi obat, kondisi Yusa tak mengalami perubahan,” kata Rohaeti saat ditemui di rumah orangtuanya di Kampung Karapiak RT 03/02, Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat(7/10).

Dikatakannya, perut Yusa semakin hari semakin membuncit. Kemudian kedua orang tuanya memutuskan untuk membawa lagi ke dokter. Namun dokter merujuk Yusa untuk dibawa ke RSUD Cicalengka.

Setelah dirawat selama seminggu di RSUD Cicalengka, kondisi Yusa pun masih sama. Justru semakin parah. Dokter di rumah sakit tersebut memvonis jika usus Yusa bocor. Akhirnya Yusa di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk dioperasi

“Setelah dioperasi, memang usus Yusa dikeluarkan terlebih dahulu dari perutnya. Hal itu dilakukan, agar dokter yang menanganinya mengetahui kondisi usus Yusa pasca dioperasi,” ujarnya.

Setelah satu bulan, tepatnya pada bulan Februari dirawat di ruang Kemuning RSHS, kondisi usus Yusa sudah membaik. Namun, Yusa justru memiliki penyakit lain, yakni Asma.

Setelah melakukan kontrol, operasi tahap kedua untuk memasukkan ususnya pun harus segera dilakukan. Namun, karena terkendala biaya, akhirnya operasi urung dilakukan.

Kedua orang tuanya pun harus menyicil sisa biaya perawatan Yusa senilai sekitar Rp 18 juta dengan 10 kali cicilan. Jatuh temponya hingga Desember 2016.

“Udah enggak punya biaya lagi. Kesana saja pakai SKTM. Suami saya kerja serabutan engga tentu itu juga. Saya juga sama. Waktu itu totalnya Rp 32 juta. Dapat dari SKTM Rp 5 juta dan biaya pribadi Rp 6,5 juta. Itu saja minjam sana sini,” cetus dia.

Kini, sudah lebih dari enam bulan Yusa harus menjalani kehidupannya tanpa pengobatan dan kontrol. Plastik yang digunakan membungkus perut Yusa pun terpaksa harus memakai plastik bening kiloan makanan.

Kedua orang tuanya tak mampu membeli harga plastik Kalostomi yang khusus digunakan untuk membungkus organ dalam yang berada di luar tubuh.

“Sehari setidaknya harus tiga kali ganti (plastik). Sekarang ususnya makin besar, kadang suka mengeluarkan darah dan sakit,”pungkasnya.

(nif/rmol)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …