Heryawan Klarifikasi Beasiswa Diskriminatif di Jawa Barat

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

POJOKBANDUNG.com , BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengklarifikasi beredarnya informasi yang menyebut beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jabar diskriminatif. Menurutnya, hal tersebut gagal paham karena salah dalam menafsirkan persyaratan beasiswa.


Untuk diketahui, saat ini beredar viral di media sosial yang mengungkapkan syarat penerima beasiswa dari Pemprov Jabar harus hafal Alquran. Menurut Heryawan, informasi tersebut salah besar.

Sebab, kata dia, hafal Alquran bukan syarat bagi penerima beasiswa, melainkan hanya salah satu kategori pemberian prestasi. Dalam memberikan beasiswa prestasi ini, kata dia, terdapat beberapa kategori prestasi yang harus dimiliki penerima, seperti mahasiswa yang berprestasi di bidang akademis, seni dan olahraga.

“Nah hafal Alquran ini salah satu kategorinya, karena hafal Quran itu prestasi, sama dengan pemilik prestasi di bidang seni, olahraga dan akademis,” kata Heryawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (5/10/2016). Menurutnya, hafal Alquran merupakan prestasi luar biasa karena tidak bisa dimiliki oleh sembarang orang.

“Jangankan hafal 15 juz, setengah juz saja susah. Itu prestasi kan, prestasi luar biasa, karena hanya orang cerdas yang bisa,” katanya.

Sehingga, kata dia, salah besar jika hafal Alquran disebut sebagai salah satu syarat penerima prestasi. “Itu bukan syarat, itu hanya kategori prestasi,” paparnya.

Heryawan pun kembali membantah kabar yang menyebut beasiswa yang diberikan pemprov diskriminatif. “Karena yang ada kan hafalan Alquran. Dari agama lain? Kan enggak ada (hafalan serupa),” bebernya.

Terlebih, kata dia, penerima beasiswa dari jalur penghafal Alquran jumlah jauh lebih sedikit dibanding penerima dari kategori lain. Pada 2015 kemarin, menurut dia Pemprov Jabar memberikan 6.000 beasiswa.

“Sekarang yang hafal Quran paling enam orang. Enam dari 500, diskriminasi enggak?” sesalnya.

Lebih lanjut dia katakan, kategori beasiswa inipun telah dilakukan di provinsi lain seperti di UNS. “Jabar baru mau kok diributin,” tegasnya.

Oleh karena itu, Heryawan menilai pihak-pihak yang mempersoalkan hal itu salah menafsirkan persyaratan beasiswa yang diberikan Pemprov Jabar. “Baca yang bener. Salah tafsir itu. Gagal paham,” tutupnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Selangkah Lagi Berbaju Inter

Selangkah Lagi Berbaju Inter

POJOKBANDUNG.com, MILAN – Kepindahan Arturo Vidal ke Inter Milan selangkah lagi terwujud. Gelandang asal Chile itu sudah mendarat di Milan …
Havertz Kebingungan

Havertz Kebingungan

POJOKBANDUNG.com, LONDON – Kai Havertz, pembelian mahal Chelsea di bursa transfer musim panas, masih melempem. Tampak ada kebingungan dalam posisinya …
Ada Nobar, Tim Tuan Rumah Kalah

Ada Nobar, Tim Tuan Rumah Kalah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pertandingan Liga 1 2020 tidak boleh disaksikan langsung di stadion oleh para pendukungnya.  Bahkan suporter diminta tak …
Fasilitasi Swab Tes

Fasilitasi Swab Tes

POJOKBANDUG.com, BANDUNG – 18 klub Liga 1 2020 bakal difasilitasi swab test dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator …
Kecewa di Laga Debut

Kecewa di Laga Debut

POJOKBANDUNG.com, MANCHESTER – Gol Donny van de Beek tidak cukup untuk menghindarkan Manchester United dari kekalahan dari Crystal Palace. Van …
Tak Takut Bersaing

Tak Takut Bersaing

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaingan untuk merebut satu tempat di posisi gelandang semakin sengit. Terlebih, Persib baru saja menambah stok gelandang …
Pantang Remehkan Lawan

Pantang Remehkan Lawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Winger Persib Bandung, Febri Hariyadi, optimistis klub berjulukan Maung Bandung itu bisa mempertahankan performa impresif dalam lanjutan …