Banyak Kendaran Parkir Liar di Kota Bandung Ditindak Tegas

PARKIR LIAR: Adanya parkir liar disebabkan adanya beberapa oknum parkir yang membuka area parkir tidak sesuai dengan aturannya.  Dalam sehari, Dishub Kota Bandungbisa menemukan 40-60 orang pelanggar parkir di beberapa titik.

PARKIR LIAR: Adanya parkir liar disebabkan adanya beberapa oknum parkir yang membuka area parkir tidak sesuai dengan aturannya. Dalam sehari, Dishub Kota Bandungbisa menemukan 40-60 orang pelanggar parkir di beberapa titik.

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Kota Bandung saat ini terkenal sebagai kota yang padat akan kendaraan, baik kendaraan roda dua ataupun kendaraan empat. Sasarannya area parkir semakin tidak memadai dan banyak terjadinya parkir liar di Kota Bandung.


Menurut Kepala Bagian Unit Pelaksana Teknik Parkir, Arif Waskito, memang keadaan parkir di Kota Bandung semakin padat, namun Arif mengakui tetap menjalankan perintah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Walikota yakni ada titik-titik parkir dari 223 jalan.

“Kalau saya di sini tepatnya membahas yang dikondisikan saja. Kondisi parkir di wilayah Bandung sendiri umumnya, disesuaikan dengan SK Walikota yang mana terdapat 223 jalan yang sudah ada SK-nya, di luar itu, itulah yang disebut dengan illegal atau parkir liar,” jelas Arif saat ditemui di kantornya, kemarin.

Sementara itu, Bagian Penegak Hukum (Gakum) Dishub Kota Bandung, Zein menjelaskan, ada beberapa titik yang menjadi tempat parkir Ilegal, biasanya titik tersebut menjadi lokasi yang sering digunakan oleh masyarakat atau bisa juga jalur satu arah.

“ Biasanya itu seperti di Wastu Kencana ada, di deket Cicendo juga ada, apalagi di sana kan juga satu arah, banyak titiknya, rata-rata alasan pelanggar karena tidak tahu padahal sudah ada rambu-rambunya,” terang Zein.

Untuk teknis parkir, Zein menjelaskan sudah ada dalam Peraturan Walikota jalur mana saja yang boleh ditentukan. Jika masih ada yang melanggar maka pihaknya akan menindak tegas pelanggar tersebut. Adapun proses penindakan, kata Zein, biasanya digembok terdahulu, kemudian akan diberi surat tilang.

“Proses penindakan kita bekerjasama dengan kepolisian, kalau motor digembok dulu setelah itu dinaikin ke mobil, baru pengendara diberi surat tilang. Mobil pun seperti itu ditilang juga, nanti prosesnya di pengadilan oleh pihak yang berwajib. Tidak ada dari kami yang menerima penyelesaian dengan uang, semua diselesaikan di pengadilan,” tegas Zein.

Sedangkan untuk pelanggar diakui Zein beranekara ragam, mulai masyarakat biasa sampai karyawan atau PNS pun pernah melakukan pelanggaran. Dalam sehari, biasanya bersama tim, Zein bisa menemukan 40-60 orang pelanggar parkir di beberapa titik. Adanya parkir liar ini juga disebabkan adanya beberapa oknum parkir yang membuka area parkir tidak sesuai dengan aturannya.

“ Adapun hal-hal yang melanggar parkir akan kami tidak tegas, dan itu termasuk hukum pidana,” ujar Zein. (cr2)

Loading...

loading...

Feeds