Tampil di Bandung,Prabu Revolusi Memberi Tips Atasi Grogi

Prabu Revolusi saat memberikan seminar broadcast dalam salah satu kegiatan mahasiswa. Anchor CNN Indonesia ini memberikan seminar mengenai

Prabu Revolusi saat memberikan seminar broadcast dalam salah satu kegiatan mahasiswa. Anchor CNN Indonesia ini memberikan seminar mengenai " Public Speaking" untuk para calon Anchor

POJOKBANDUNG.com , BANDUNG – Ancor CNN Indonesia, Prabu Revolusi berbagi pengalaman dirinya menjadi pembaca berita dalam kurun waktu 10 tahun ini. Dalam 10 tahun itu, Prabu terus beproses menjadi seorang anchor yang terbaik dalam tugasnya. Tahun 2006, adalah awal tahun di mana Prabu menjejaki kakinya di media. Ia berlatih dan terus belajar untuk bisa menyampaikan berita yang menarik dan baik bagi penonton di balik layar.


Menurut pria kelahiran Bandung 36 tahun silam ini, public speaking merupakan kunci utama menjadi seorang anchor. Diakuinya, banyak hal-hal sulit yang dilalui saat pertama kali menjadi seorang pembaca berita, banyak tantangan yang kemudian bisa membuatnya menjadi salah satu anchor Indonesia terbaik saat ini.

“Dulu, 10 tahun silam, tepatnya tahun 2006, saya pertama kali menginjakkan kaki menjadi seorang pembaca berita. Saya dulu beda dengan saya sekarang, banyak yang ngatain ini dan itu, hingga akhirnya saya mampu berubah dan menjadi seperti sekarang. Itu semua ada proses dan ada tahapannya,” jelas pria yang memakai jaket bewarna donker tersebut.

Untuk memperlihatkan dirinya mampu menjadi seorang anchor, Prabu terus berlatih dan berlatih ia juga belajar dari beberapa orang hebat seperti Bung Karno, John F. Kennedy, Obama, dan lainnya. Kata Prabu, untuk tampil di depan umum itu semua orang harus mempunyai kemampuan public speaking, akan melewati masa ketegangan, ketakutan yang sebenarnya itu bisa dihilangkan.

“Kalau mau jadi pembaca berita, bekalnya ya public speaking. Terus lawan grogi dan takutnya. Jangan biarkan hal itu menguasai diri kalian, itu adalah musuh ya harus dilawan. Kalau saya takut saya baca alhamdulillah, kalau saya grogi saya bilang yes,” selorohnya.

Menurut Prabu, 70 persen keberanian public speaking menentukan kontrol terhadap mental yang akan menentukan keberanian seseorang. Jika seseorang tidak mampu mengontrol dirinya maka, ia akan kehilangan kemampuan untuk berbicara di depan umum. Masalah terbesar dalam hal ini, ketakutan, ketidakpercayaan diri, keraguan dan sejumlah permasalahan lainnya yang dipengaruhi mental.

Prabu juga menjelaskan berbagai karakter pembicara yaitu Analyzer, Harmonizer, bEntertainer, Debater.

“Saya atau yang lain bisa menentukan mana passion diri masing-masing, yang mana lebih dikuasai saat berbicara. Karena tipe pembicara dan pendengar juga terdiri dari Visual 60 persen, kinestik 30 persen serta auditor 10 persen.”

Tak hanya itu, Prabu juga memberikan beberapa solusi atau tips untuk seseorang bisa bersahabat dengan  ketakutan atau ketegangan lewat gimic. Ada beberapa tips yang diberikan Prabu yaitu seseorang harus tetapkan tujuan yang realistis, rubah pikiran menjadi positif, latihan dua menit, berbicara dengan catatan kecil, berlatih da berlatih, kenali dengan cara menenangkan diri.

“Beberapa tips itu saya berikan untuk yang ingin memahami dunia anchor. Intinya jangan tegang berusaha terus untuk mengendalikan diri. Jadi kalau bisa berkomentar tentang sesuatu objek tanpa direncanakan, artinya seseorang bisa berbicara tanpa pemahaman, ingat berbicaralah sesuai tipe, jangan lupa making eye contact,” pungkas pria berkacamata, ayah satu anak ini itu. (cr3)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …