Rumput GBLA Kering Pasca Penutupan PON, Ini Komentar Pengamat …

kondisi rumput GBLA pasca PON 2016 yang ramai diperbincangkan di sosial media.

kondisi rumput GBLA pasca PON 2016 yang ramai diperbincangkan di sosial media.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menyikapi persoalan rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang kering pasca-upacara pembukaan dan penutupan PON XIX/ 2016 Jabar. Salah seorang pengamat pemerintahan angkat bicara mengenai kebijakan pertanggung jawaban.


Asep Warlan, salah seorang pengamat pemerintahan Kota Bandung menjelaskan, menyikapi siapa yang harus bertanggung jawab perihal keringnya rumput di Stadion GBLA pasca-PON XIX bisa diibaratkan seseorang melakukan sewa gedung untuk satu acara atau kegiatan maka yang harus bertanggung jawab adalah pihak penyewa.

“Artinya PB PON yang harus merehabilitasi rumput tersebut, itupun bila dalam perjanjian awal sepakat kedua belah pihak antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar siapa yang akan bertanggung jawab bila terjadi kerusakan,” ucapnya kepada Radar Bandung saat dihubungu melalui telepon, Minggu (2/9).

Asep menambahkan, melirik pada sistem sewa menyewa artinya PB PON atau Gubernur Jabar, walaupun secara garis besar PON adalah pesta warga Jabar. Namun, bila Pemprov Jabar tidak mengindahkan hal tersebut pihak Pemkot Bandung bisa melakukan somasi mempertanyakan tanggungjawabnya.

“Alangkah bijaknya kedua instasnsi bisa berunding siapa yang harus bertanggung jawab agar persoalannya tidak melebar kemana-mana,” terangnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi kepada Kepala Bidang Pertandingan PB PON XIX/ 2016 Jabar, Yudha M Saputra mengatakan, keringnya rumput di Stadion GBLA bukan karena mati kekurangan oksigen yang disebabkan tertutup panggung upacara pembukaan dan penutupan PON XIX, melainkan faktor kesengajaan karena diberikan obat.

“Itu sengaja diberikan obat, ibaratnya rumput dimatikan dulu atau ditidurkan nanti bila di atas lapangan tidak ada barang-barang tinggal diberi obat lagi,
dua atau tiga pekan pasti kembali hijau mengingat cabor atletik Peparnas akan digelar di GBLA,” tuturnya.

Ditanya adanya pemberitaan miring terutama di media sosial terkait rumput Stadion GBLA kering akibat tertutup panggung upacara pembukaan dan penutupan, Yudha enggan berkomentar banyak. Menurutnya, mungkin saja banyak masyarakat belum mengetahui teknologi yang digunakan dan diterapkan.

“Rumput tersebut mahal harganya apalagi beli rumput baru pasti lama tumbuhnya. Semua sudah kami tata dan atur sedemikian rupa karena cara menidurkan rumput dilakukan disemua negara jelang event besar termasuk Olimpiade juga,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …