Festival Tahunan Agrowisata Cihideung Terancam Batal

ilustrasi ruang terbuka hijau

ilustrasi ruang terbuka hijau

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG–Festival tahunan yang agrowisata bertajuk Festival Cihideung di Kampung Panyairan, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat terancam batal digelar. Hal ini dikarenakan pemangkasan anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat di tahun ini.


Tokoh masyarakat Cihideung, Nanu menyesalkan adanya pemangkasan anggaran di tahun ini. Padahal, tahun-tahun sebelumnya festival ini terus digelar lantaran tidak adanya pemangkasan anggaran.

Ia menyebutkan, Festival Cihideung sudah digelar sejak sembilan tahun lalu. Dalam melakukan penyelanggaran festival ini, pemerintah memberikan anggaran sebesar Rp70 juta – Rp 80 juta. Namun tahun ini, pemkab melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata hanya memberi anggaran Rp35 juta.

”Kenapa bisa dipangkas seperti ini, padahal acara ini sebagai langkah melakukan promosi wisata. Anggaran segitu tidak cukup dan tidak akan maksimal,” sesalnya kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

‪Nanu mengungkapkan, anggaran tersebut dibutuhkan untuk menyemarakkan kegiatan festival, seperti pawai kendaraan hias, arak-arakan mengunjungi kawasan wisata bunga di Cihideung, dan berbagai kegiatan meriah lainnya.

Sementara jumlah warga yang ikut berpartisipasi mencapai ribuan orang. Setiap tahun, festival tersebut disambut antusiasme masyarakat. Tak jarang, warga dari luar daerah sengaja datang ke Cihideung untuk menyaksikan secara langsung kemeriahan festival.

‪Nanu menyayangkan sikap pemerintah daerah yang memangkas anggaran tahunan untuk Festival Cihideung. Biasanya, anggaran itu disalurkan melalui Bidang Promosi Disbudpar, tetapi kini melalui Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bandung Barat.

”Seharusnya, Disbudpar mendukung penuh kegiatan promosi wisata daerah ini, bukan malah memotong anggaran sampai setengahnya. Terus terang, dengan anggaran normal saja, kami nombokan. Kalau cuma setengahnya, nomboknya kebanyakan,“ Terang Nanu.

‪Dengan anggaran yang diberikan setengahnya itu, lanjut dia, masyarakat Desa Cihideung hanya akan menggelar kegiatan ruwat lembur bertajuk “Nyalametkeun Solokan” pada 2 Oktober nanti. Kegiatan itu di antaranya berupa upacara adat di sekitar irung-irung atau mata air di Kampung Kancah, Desa Cihideung. Lalu, menyembelih domba, perang air, dan penampilan seni tradisi.

Selain untuk melestarikan seni tradisi Sunda, kegiatan itu juga untuk mendorong masyarakat agar menjaga dua mata air di Desa Cihideung. ”Jangan sampai dua mata air ini diprivatisasi. Jadi, masyarakat harus bersama-sama menjaganya,” kata Nanu.

Saat dimintai keterangan terkait hal itu, menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandung Barat, Rakhmat Safei yang baru menjabat, mengaku dirinya masih belum mempelajari betul mengenai sejumlah program dan anggaran yang ada di Disibudpar.

“Nanti akan kita liat dulu, karena saya juga belum ke ngantor karena baru dilantik, tapi pasti nanti akan kita cari solusinya,” singkatnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …