Soal Bonus PON 2016, Pemprov Jabar Masih Menghitung

ilustrasi

ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaku masih menghitung besaran bonus yang akan diberikan kepada kontingen Jawa Barat usai berhasil mempersembahkan juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Jabar menjadi yang paling banyak meraih medali pada ajang empat tahunan tersebut, jauh mengungguli pesaing utamanya yakni Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, pihaknya saat ini masih menghitung bonus yang akan diberikan. Hal ini, kata dia, dilakukan agar bonus yang diberikan sesuai dengan kondisi yang ada.

“Besarannya masih harus dihitung-hitung dulu, karena biar tidak mengecewakan, bisa ratusan (juta) juga atau berapa masih dihitung,” kata Deddy di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (30/9/2016).

Dia mengatakan, anggaran untuk bonus atlet inipun akan dianggarkan pada APBD Murni 2017 mendatang. Sebab, kata dia, pada APBD Perubahan 2016 pos-pos anggaran tidak bisa diubah lagi.

“Sekarang mau diotak-atik apa? Susah nanti, karena inikan pakai APBD. Jadi harus dibahas di (APBD) murni 2017,” katanya.

Sementara itu, bendera kontingen PON 2016 yang terpasang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api sudah diturunkan. Penurunan bendera ini merupakan akhir dari rangkaian kegiatan PON 2016.

Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa mengatakan, penurunan bendera kontingen PON ini dipimpinnya, Jumat (30/9/2016). Iwa yang juga Ketua Harian PB PON menuturkan, seluruh rangkaian kegiatan PON berjalan dengan lancar dan sukses.

Bahkan, menurutnya hampir seluruh kegiatan tersebut tercatat sebagai penyelenggaraan yang cukup bersejarah. “Karena untuk CDM (chief de mission) Meeting dinilai menjadi CDM Meeting yang paling besar, demikian juga kegiatan Kirab Api PON tercatat sebagai kirab api PON yang paling jauh jarak tempuhnya dan paling banyak jumlah kabupaten/kota yang dilewatinya,” kata Iwa di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (30/9/2016).

Selain itu, jumlah nomor pertandingan dalam PON 2016 pun tercatat sebagai yang terbanyak, demikian juga dengan jumlah atlet, ofisial, panitia, dan relawan yang terlibat pun merupakan yang terbanyak dalam sejarah PON. “Adapun untuk penyelenggaraan upacara pembukaan dan penutupan PON XIX juga dinilai sebagai upacara yang paling spektakuler menurut berbagai ulasan media maupun pendapat masyarakat,” tuturnya.

Terlaksananya upacara penurunan bendera kontingen ini, kata Iwa, menimbulkan rasa haru dan bangga karena semua rangkaian kegiatan PON 2016 telah berakhir sesuai dengan harapan dan rencana. “Semoga kesan yang baik dan kenangan yang indah akan tersimpan abadi dalam memori kita semua, ketika hari ini kita menutup rangkaian kegiatan dan esok kita mengenang Pelaksanaan PON XIX Tahun 2016 Jawa Barat,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds