Penutupan PON 2016 Dipuji Wapres

Acara Penutupan PON 2016 di GBLA. (khairizal maris)

Acara Penutupan PON 2016 di GBLA. (khairizal maris)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi tempat bersejarah pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX setelah menunggu 55 tahun lamanya. Kamis, 29 September 2016 PON XIX Jabar resmi ditutup. Sebanyak 756 medali emas, 756 perak dan 979 perunggu sudah tersebar ke-34 provinsi yang berhasil diraih para juara yang bertanding selama dua pekan terakhir.


Upacara penutupan PON XIX/ 2016 yang mengusung tema ‘Harmoni Nusantara’ menampilkan tarian kolosal yang dilakukan ratusan penari dari sanggar seni di Jawa Barat. Perpaduan instrumen pencahaanyan lampu serta alunan musik khas tanah pasundan menjadi instrumen yang tidak dapat dipisahkan. Tak ayal, ribuan penonton yang mengisi tribun stadion GBLA yang berkapasitas 40.000 ribu lebih itu pada Kamis malam begitu menggema oleh riak dan tepuk tangan seolah menghiasi alunan musik yang disuguhkan, terlebih pada pukul 19.30 WIB dari sebelah timur muncul kembang api seolah menjadi lengkap upacara penutupan pesta multi event empat tahunan tersebut.

Tak sampai disitu kemegahan upacara penutupan PON XIX, berapa musik daerah perwakilan 34 provinsi ditampilkan di sesi pertama acara diantaranya musik Yamko Rambe Yamko dari Papua, Lir.Ilir dari Jawa Tengah termasuk Jabar dengan menampilkan musik manuk dadali yang diperagakan dengan kesenian tradisional angkulng, dilanjutkan dengan defile 34 provinsi yang keluar dari pintu 2 arah Selatan dan pintu 3 sebelah Utara sehingga menghemat waktu defile para kontingen.

Dalam sambutan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, dirinya banyak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam hajat olahraga nasional yang sudah berlangsung kurang lebih dua pekan lamanya. Timpal Aher, pada hakekatnya PON Jabar dikemas dengan semangat untuk persatuan dan kebersamaan demi menjalin silaturahmi.

“Walau ada riak-riak kekecewaan ataupun aksi protes selama pertandingan berlangsung semua bisa teratasi dengan baik bahkan dari puluhan sengketa ternyata setelah dikaji hanya sembilan perkara saja dan itu jadi cacatan baik dibandingkan PON sebelumnya,” ucapnya dihadapan ribuan warga dan atlet, Kamis (29/9).

Aher menambahkan, sebagai laporan pertanggungjawaban selama pelaksanaan PON XIX Jabar dimana mempertandingkan 44 Cabang olahraga (Cabor) memperebutkan 756 medali emas, 756 perak dan 979 perunggu telah ditempuh dengan baik sesuai jadwal. Kemudian, sambung Aher, dari segi keamanan, penyebaran informasi, ketersediaan makanan semua dikondisikan dengan baik bahkan beberapa atlet ciptakan rekor baru baik nasional maupun internasional.

“Semua nyaris tidak ada keluhan yang signifikan selain itu juga dari segi ketersediaan peralatan hampir semua panitia masing-masing Cabor menyatakan kepuasannya bahkan digelarnya PON membatu perekonomian dari sektor perindustrian alay olahraga, perhotelan, kuliner, konfeksi, dan pariwisata meningkat tajam,” ungkapnya.

Aher optimis, PON Papua 2020 nanti bisa lebih sukses dan lebih baik dari PON 2016 Jabar. “Insyaallah segala kesuksesan dan keberhasilan di PON Jabar akan kami wariskan ke provinsi Papua sebagi tuan rumah PON selanjutnya, semoga keberhasilan dan prestasi atlet bisa terus terpelihara sampai kapanpun,” terangnya.

Sementara itu, wakil presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla mengapresiasi pelaksaan PON Jabar berlangsung kondusif. Jusuf menegaskan, pertandingan yang berlangsung dua pekan lamanya adalah kompetisi untuk menjalin kerjasama, membina kebanggaan dan mengharumkan bendera setiap daerah untuk kegembiraan semua masyarakat.

“Harapan kami semoga prestasi ini akan terus berlanjut dan lebih baik, kemudian PON Jabar bisa dijadikan pengalaman dari segi apapaun di PON Papua 2020,” imbuhnya.

“Selamat kepada kontingen Jawa Barat yang lolos sebagai juara umum PON XIX, cetak terus atlet generasi muda untuk dipersiapkan pada kejuaraan selanjutnya sehingga kelak bukan membawa nama Jabar atau daerah manapun tapi negara Indonesia,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds