Sehari, Dua Ibu Melahirkan di Jabar Meninggal

Kadinkes Jabar Alma Lucyati

Kadinkes Jabar Alma Lucyati


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG
–Kasus kematian ibu melahirkan di Jawa Barat tergolong tinggi. Sepanjang 2015 kemarin, kasus tersebut mencapai 741 dari 950 ribu ibu yang melahirkan dengan selamat di Jabar.


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Alma Lucyati mengatakan, dalam sehari terdapat dua orang ibu melahirkan di Jabar yang meninggal. Menurutnya, hal ini sangat mengkhawatirkan sehingga diperlukan upaya serius untuk mengatasinya.

“Ini sungguh menyedihkan. Harus preventif untuk menurunkan angka ini,” kata Alma di Kota Bandung, Rabu (28/9/2016).

Alma menjelaskan, terdapat 10 kabupaten/kota di Jabar yang menjadi daerah paling banyak angka kematian ibu melahirkannya. Daerah itu adalah Majalengka, Indramayu, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Garut.

“Kami prioritaskan angka penurunan kematian ibu ke daerah itu. Salah satunya Indramayu,” ujarnya.

Untuk menekan angka kematian ibu dan anak, menurutnya Pemprov Jabar tak bisa sendiri. Terlebih, jumlah penduduk di Jabar cukup banyak yakni sekitar 47 juta jiwa.

“Bagaimana pun juga, pemerintah tak bisa sendiri. Harus bekerjasama dengan institusi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Umum APPI Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, angka kematian ibu melahirkan di Indonesia cukup memprihatinkan. Berdasarkan data, setiap hari terdapat 40 ibu meninggal sia-sia.

Menurutnya, penyebab kematian ini diantaranya menikah terlalu muda, menikah terlalu tua, hingga terlalu banyak melahirkan. Terlebih, lanjutnya, masyarakat belum sadar akan pentingnya upaya penurunan kematian ibu melahirkan.

“Bahkan masih ada stigma yang hanya berpikir kalau ibu meninggalkan saat melahirkan itu mati syahid. Ada juga yang menganggap itu sudah risiko,” katanya.

Dia pun menyebut, masyarakat terlambat mengetahui risiko kematian saat melahirkan. “Terlambat memutuskan apakah normal atau operasi,” ucapnya

Dia pun meminta, seluruh masyarakat menciptakan suasana kondusif bagi ibu melahirkan. “Kalau semua masyarakat peduli, nantinya bisa menekan angka kematian ibu,” ujarnya.

Untuk menyadarkan masyarakat, APPI melakukan pelatihan bagi kader sampai masyarakat di pedesaan. Pihaknya pun memberi pendampingan kepada kader.

“Kader ini yang akan mengedukasi pada masyarakat bagaimana menjaga kehamilan termasuk waspada dengan risiko kehamilan,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds