Lahan Parkir Susah, Cicendo Tetap Utamakan Pasien

Susuahnya parkir di RS Cicendo, Bandung.

Susuahnya parkir di RS Cicendo, Bandung.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Rumah Sakit (RS) Mata Cicendo saat ini terus memberikan pelayanan kepada pasiennya. Tak terkecuali pelayanan menyoal penyediaan tempat parkiran yang terus dicari solusinya. Hal tersebut disampaikan Kasubag Rumah Tangga Rumah Sakit Cicendo, Ojar, pada Selasa (27/9).


Ojar menanggapi keluhan masyarakat mengenai susahnya lahan parkir di RS Mata Cicendo. Dengan mengambil sehelai kertas, Ojar menggambarkan lokasi rumah sakit yang berada di pinggir jalan raya tersebut. Kata Ojar persoalannya memang, kapasitas atau daya tampung rumah sakit terbatas yang hanya memiliki luas lebih kurang satu hektare.

“Permasalahannya, rumah sakit ini hanya memiliki luas lebih kurang satu hektare. Sedangkan per harinya pengunjung itu mencapai 800 orang. Itu tidak mungkin masuk semuanya, makanya ada yang parkir di dalam dan di luar, karena keadaan area juga,” jelas laki-laki yang memakai baju batik tersebut.

Lebih jauh Ojar menerangkan, parkiran milik RS Cicendo itu dimulai dari awal portal pintu masuk ke dalam, sedangkan untuk parkiran di depan atau yang berdekatan dengan trotoar itu bukan milik RS Cicendo, melainkan pihak lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pihak Rumah Sakit.

“Kalau parkiran itu kami mengacu pada aturan pemerintahan daerah. Sudah ada tarif minimal dan maksimalnya tertera di sana.Untuk parkir susah memang lahan yang tidak memadai, sedangkan untuk biaya parkir sampai Rp 20 ribu, kami rasa itu bukan area parkir kami. Yang jelas sudah ada batas di mana area parkir RS Cicendo,” tegas Ojar.

Dengan keadaan seperti itu, Ojar pun mengatakan, pihak RS Cicendo sedang berusaha untuk tetap memberikan pelayanan utama kepada masyarakat, terutama menyoal parkiran. Beberapa solusi yang diusahakan oleh pihak RS Cicendo yaitu dengan tidak membolehkan kendaraan roda empat milik karyawan parkir di luar, memberi denda bagi kendaraan karyawan yang parkir di luar.

Beberapa solusi tersebut terus diberlakukan oleh Ojar dan berlangsung efektif. Tidak hanya dari internal RS Cicendo, Ojar pun berusaha menjalin kerjasama dengan beberapa pihak untuk pengadaan lahan parkir bagi pasien Cicendo seperti Polda dan Perum Damri.

“Kami selalu mengusahakan pelayanan untuk masyarakat yang utama. Kami terus berupaya dengan beberapa cara dari karyawan yang tidak boleh membawa kendaraan roda empat ke dalam, terus juga berupaya menjalin hubungan kerjasama dengan pihak-pihak, tapi mereka pun tidak bisa memberikan karena alasan kepentingan yang lain. Kalau masalah itu lebih lanjut harus ke yang terkait biar jelas,” pungkasnya. (ola)

Loading...

loading...

Feeds