BPJS Ketenagakerjaan Kembali Gelar Edukasi di Pasar

ilsutrasi

ilsutrasi


POJOKBANDUNG.com, CIPARAY
– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau yang lebih sering disebut Jamsostek kembali memberikan pemahaman terhadap para pelaku usaha mandiri melalui kegiatan “Edukasi Pasar Rakyat” di Pasar Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (22/9).


Edukasi ini dilakukan dalam rangka menyampaikan program-program BPJS Ketenagakerjaan kepada pelaku wirausaha. Dalam edukasi tersebut BPJS Ketenagakerjaan ingin menegaskan kembali bahwa sekarang BPJS Ketenagakerjaan telah dapat memberikan perlindungan terhadap para pelaku usaha mandiri seperti, tukang ojek, pedagang, warung kelontong dan lainnya yang mempunyai usaha mandiri. Usaha mandiri yang dimaksud adalah para pelaku usaha yang bekerja dan menggaji dirinya sendiri.

Kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya, Dodi Latpurianto menjelaskan kembali “Edukasi Pasar Rakyat” tersebut bertujuan agar para pelaku wirausaha bisa lebih perduli terhadap risiko atas kecelakaan kerja yang kapanpun bisa terjadi. “Untuk itu kami mengimbau agar seluruh para pekerja di sektor informal dapat terlindungi dengan program dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Dodi.

Dari program Bukan Penerima Upah para wirausaha hanya dikenakan biaya Rp 16.800 untuk Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Rp 36.800 untuk Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua per-bulan.

“Adapun manfaat yang didapat jika terjadi meninggal dunia akibat kecelakaan kerja atau cacat total tetap sebesar Rp 55.800.000, apabila peserta meninggal bukan akibat dari kecelakaan kerja, maka ahli waris akan mendapatkan santunan sebesar Rp 24.000.000,” papar Dodi. (sol)

Loading...

loading...

Feeds