Tarian Kreasi Diapresiasi Tiga Kementerian

Maha karya yang fantastis bagi para aktivis seni tari dalam membuat sebuah karya tari, sehingga dalam perhelatan berskala nasional ini tiga kementerian berkepentingan dan mendukung terselenggaranya kegiatan PTDN.

Maha karya yang fantastis bagi para aktivis seni tari dalam membuat sebuah karya tari, sehingga dalam perhelatan berskala nasional ini tiga kementerian berkepentingan dan mendukung terselenggaranya kegiatan PTDN.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Parade Tari Daerah Nusantara yang secara reguler diselenggarakan oleh TMII ini sudah memasuki tahun yang ke-35, sehingga kurang lebih seribu tarian kreasi sudah tercipta. Ini sungguh merupakan suatu maha karya yang fantastis bagi para aktivis seni tari dalam membuat sebuah karya tari, sehingga dalam perhelatan berskala nasional ini tiga kementerian berkepentingan dan mendukung terselenggaranya kegiatan PTDN.


Hal tersebut diuangkapkan Kepala Balai Pengelolaan Anjungan Jawa Barat TMII JAKARTA Dra. Hj. Ine Hermina, M.Si, kemarin (22/9/2016).

“Hal ini karena dinilai sebagai upaya untuk memperkokoh jatidiri bangsa dalam mempertahankan keutuhan NKRI melalui seni tari, ketiga kementrian tersebut adalah Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Pariwisata,” kata Ine

Menurut Ine, kegiatan yang diikuti oleh hampir seluruh provinsi di Indonesia ini dikonstelasi merupakan sarana apresiasi masyarakat terhadap seni tari daerah, serta sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam upaya pelestarian dan pemngembangan seni tari secara nasional dan diharapkan dapat menjadi wadah apresiasi, kompetisi dan evaluasi dalam hal kreativitas penggarapan/karya tari. Hal demikian, kata dia, untuk memacu para penata tari dalam memperkaya khasanah tari daerah. Tahun ini tema yang diusung adalah legenda atau cerita rakyat.

“Pelaksanaan Parade Tari Daerah Nusantara yang bertempat di Sasana Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah ini membagi penghargaan Parama Natya Budaya untuk 5 wilayah Nusantara yaitu : 1. Parama Natya Budaya Swarna Dwipa, meliputi wilayah provinsi ; NAD, Sumut, Sumbar, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Bengkulu dana Lampung, 2. Parama Natya Budaya Jawa Bali Dwipa, meliputi wilayah provinsi ; Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DIY, Jatim dan Bali, 3. Parama Natya Budaya Eksotika Indonesia Timur, meliputi wilayah provinsi; NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, 4. Parama Natya Budaya Eksotika Sulawesi, meliputi wilayah provinsi ; Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sulbar, Sulsel dan Sultra, 5.Parama Natya Budaya Eksotika Kalimantan, meliputi wilayah provinsi; Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim dan Kaltara,” sebut dia.

Ia mengatakan, Provinsi Jawa Barat dalam perhelatan yang dilaksanakan pada tanggal 19 – 20 Agustus 2016 ini mengirimkan duta seni dari Kota Cimahi dengan mengusung tema Putri Nyimas Nimbang Waringin, cerita rakyat ini diangkat banyak sekali pesan moral yang disampaikan seperti kesucian pribadi seorang ibu, cinta kasih dan sayang serta kecuarangan dan keserakahan sebagai energi negatif yang harus dikendalikan oleh hati.

“Kisah ini menuturkan kebijaksanaan dan kecerdasan seorang Nyimas Nimbang Waringin yang dihadapkan pada suatu masalah yang cukup pelik mengenai dua orang ibu yang mengaku ibu kandung dari seorang bayi. Singkat cerita untuk menentukan seorang ibu yang asli, ia melahirkan pertimbangan jika salah satu diantara ke dua ibu tersebut bisa masuk ke dalam botol maka itu adalah sebagai ibunya. Ternyata salah seorang ibu itu ada yang bisa masuk ke botol namun dengan sigap Nyimas Nimbang Waringin menuturkan bahwa yang masuk botol itu bukan ibu aslinya melainkan Siluman,” ungkapnya.

Kontingen Jawa Barat dalam perhelatan Parade Tari Daerah Nusantara ini menurunkan Agus Kandiawan sebagai Penata Tari, Ares Rusdiansyah, S.Pd sebagai penata musik, Penata Rias dan Busana Devita Juniawan, dan penata musik M. Abdul Rahman, sementara para penari diantaranya Wulan Nur A, Amalia Nur F, Jihan Nabilah W, Devi Rastika, Hanifah Dwi C, Yolanda Tiara CP, Varnah Elvira V, Gebiliana dan Devi Restika. (*/ymi)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …