Banjir Bandang Garut; 26 Tewas, 20 Hilang, RSUD Slamet Tergenang

Bencana banjir di Jabar.

Bencana banjir di Jabar.

POJOKBANDUNG.com, GARUT– Jumlah korban jiwa banjir bandang di Kabupaten Garut kembali bertambah. Hingga Kamis (22/9/2016) pukul 19.30, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat mencatat korban hantaman Sungai Cimanuk menjadi 26 korban jiwa.Kepala BPBD Provinsi Jabar Haryadi Wargadibrata mengatakan, dari jumlah tersebut, tiga diantaranya belum teridentifikasi. Tak hanya itu, jumlah warga yang hilang akibat bencana inipun kembali bertambah.Hingga saat ini, jumlah warga yang belum ditemukan menjadi 20 orang. Mereka diduga terseret air saat banjir bandang menghantam tujuh kecamatan di Kabupaten Garut.Haryadi mengaku, BPBD Provinsi Jabar dan Kabupaten Garut bersama pihak lain terus melakukan penanganan darurat. Saat ini, penanganan difokuskan pada evakuasi korban.Sementara itu, hal berbeda terjadi pada penanganan longsor di Kabupaten Sumedang. Menurutnya, seluruh warga yang menjadi korban sudah diketemukan sehingga pihaknya fokus pada penanganan korban selamat.”Di Sumedang sudah tidak ada korban lagi. Jadi kami fokus menangani korban yang di pengungsian,” kata Haryadi saat dihubungi di Bandung, Kamis (22/9/2016).Berdasarkan pantauan pada Kamis (22/9/2016), sisa-sisa banjir bandang masih terlihat di sejumlah daerah yang terkena bencana tersebut. Salah satunya di RSUD dr. Slamet.Sisa-sisa lumpur dan puing-puing masih terlihat di hampir seluruh bagian dasar rumah sakit tersebut. Petugas rumah sakit yang dibantu unsur lainnya seperti BPBD, dan TNI/Polri bahu membahu membersihkannya.Kepala Humas RSUD dr. Slamet Iwa mengatakan, seluruh bagian bawah kantornya itu terendam saat banjir terjadi. Sedikitnya 19 ruang instalasi dan 28 ruang rawat inap ikut terendam.Akibatnya, 305 pasien yang tengah dirawat harus diungsikan ke lantai dua. Selain itu, sejumlah alat-alat kedokteran pun turut terendam sehingga mengganggu pelayanan kesehatan.”Kami sekarang sama sekali enggak bisa melakukan operasi, karena alat-alatnya terendam,” kata Iwa saat ditemui di lokasi. Kini, pihaknya pun tidak bisa menerima pasien baru mengingat keterbatasan yang ada.”Jadi kami hanya merawat pasien yang datang sebelum banjir. Sekarang kami tidak menerima dulu,” singkatnya.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Alma Lucyati mengatakan, pihaknya tengah melakukan inventarisasi terhadap alat-alat rumah sakit yang terendam. Pendataan dilakukan untuk mengetahui alat mana saja yang masih bisa terpakai dan tidak.”Kita dari dinas juga membantu disinfektan, karena itu kan banyak kotoran,” kata Alma melalui sambungan telepon. Dia menambahkan, obat-obatan masih mencukupi.”Obat-obatan Insha Alloh, Kemenkes juga saip. Kemarin dan besok akan di-delivery, termasuk dar provinsi juga (akan kirim obat-obatan),” pungkasnya. (agp)


Loading...

loading...

Feeds