Petani Butuh Kebebasan untuk Mengekspresikan Keinginan Mereka

Ilustrasi aksi buruh

Ilustrasi aksi buruh

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Aksi para petani dalam memperingati Hari Tani yang jatuh tanggal 24 September 2016, membuat buruh tani bisa bebas mengekspresikan keinginan mereka. Ratusan massa yang memadati sekitaran Jalan Banda dari Kejati hingga Gedung Sate hanya ingin meminta hak mereka untuk bebas dalam menggarap tanah.


Menginjak tahun ke-56  diberlakukannya UUPA, kenyataan yang dialami mayoritas kaum tani di Indonesia masih jauh dari harapan. Hal ini disebabkan oleh tidak diimplementasikan sesuai dengan fungsi dan tujuan UUPA.

Namun hal yang diinginkan petani, khususnya petani di Bandung yaitu kebebasan dalam memiliki dan menggarap lahan, petani berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang secara tiba-tiba mengambil lahan milik penduduk.

“Saya mah juga punya lahan kecil, itu juga untuk mencukupi makan sehari-hari sudah alhamdulillah. Tidak perlu lahan yang banyak, kami hanya ingin bebas jangan diganggu tanah kami oleh pihak industri,” ujar salah seorang tani, Jaja, yang mengikuti aksi longmarch.

Lebih lanjut, Jaja mengatakan permasalahan klasik yang dialami Tani saat ini hanya menyoal pengambilan lahan-lahan oleh pihak industri atau pun pemerintahan. Saat ini pun, lanjut Jaja, petani hanya mampu menanami lahan mereka dengan beberapa tanaman yang harga jualnya juga tidak terlalu tinggi, seperti jagung, sampeu, ubi, dan lainnya.

Eta mah, nanam eta hungkul cukup makan sehari-hari we. Lamun lahan gede mah bisa banyak, lamun henteu na kitu we terus. Hoyong na kebebasan akan lahan we kami mah, “ cerita Jaja dengan logat nan kental.

Permasalahan yang dituntut kaum buruh, sejatinya memiliki dampak yang signifikan. Bukan hanya persoalan pembebasan lahan yang diungkapkan Jaja, namun berdampak juga pada kemiskinan terutama pada wilayah pendesaan.

Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2016, disampaikan bahwa penduduk miskin terbesar berada di kawasan pendesaan sebesar 17,67 juta jiwa atau sekitar 62,84% dari total jumlah penduduk miskin yang mencapai 28,01 juta atau 14,11% dari total penduduk Indonesia.  (cr2)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …