Pangdam Terjun Langsung Bantu Korban Banjir Bandang Garut

Pangdam III Siliwangi  Mayjen TNI Hari Prasojo  menjenguk korban banjir bandang Garut di lokasi pengungsian.

Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Hari Prasojo menjenguk korban banjir bandang Garut di lokasi pengungsian.

 


POJOKBANDUNG.com, GARUT–Ditengah hingar – bingar pelaksanaan Pekan Olah Raga XIX di Jabar, kabar menyedihkan datang dari wilayah Garut. Sebanyak tujuh kecamatan terkena banjir bandang yaitu Kec. Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karang Pawitan dan Samarang Kabupaten Garut pada Selasa (20/9) malam. Akibat bencana banjir bandang Garut, telah menimbulkan kerugian jiwa dan materiil yang cukup banyak.

Mendengar kabar tersebut Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo langsung menghubungi Danrem 062/TN dan Dandim 0611/Garut untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan guna membantu korban bencana. Bahkan Pangdam langsung memberikan perintah untuk segera memobilisasi Prajurit Kodam III/Siliwangi yang posisi satuannya berada dekat dengan wilayah dimana terjadi bencana.

Pangdam dan Dandim tinjau langsung lokasi banjir bandang Garut.

Pangdam dan Dandim tinjau langsung lokasi banjir bandang Garut.

“Jangan biarkan masyarakat Garut berduka terlalu lama, segera berikan bantuan apapun yang bisa Kodam, Korem, Kodim dan Koramil bisa lakukan untuk meringankan beban mereka yang tertimpa musibah,” perintah Pangdam kepada Dandim 0611/Garut melalui HP ketika dalam perjalanan menuju ke tempat kejadian bencana.

Tidak sekadar memberikan perintah dan petunjuk, saat itu juga Mayjen TNI Hadi Prasojo langsung turun ke lapangan untuk memimpin jalannya perbantuan yang dilakukan Prajurit Kodam III/Siliwangi yang dikomandoi Letkol Arm Setyo Hani selaku Dandim 0611/Garut.
Pada saat di lokasi, Pangdam didampingi Asops, Aster, Kabekang serta beberapa pejabat Kodam III/Siliwangi langsung melaksanakan peninjauan dan penilaian di lapangan seperti Asops yang langsung melaksanakan titik mana saja yang membutuhkan tambahan prajurit untuk melaksanakan evakuasi.

Jumlah pasukan dari Kodam III/Siliwangi yang langsung bergerak dan berada di tempat kejadian beberapa saat setelah bencana terjadi total sebanyak 700 orang. Terdiri dari Korem 062/TN 200 orang, Kodim 0611/Garut 250 orang, Yonif 301/PKS : 250 orang. Tidak hanya di situ Kodam III/Siliwangi juga menerima perkuatan pasukan dari Divisi 1 Kostrad sebanyak 300 orang yang terdiri dari Yonif Kostrad 200 orang dan Yon Zipur 9 Kostrad 100 orang, juga dibantu Tim SAR Gabungan dari Basarnas, BNPB, BPBD Kab. Garut, BPBD Prov Jawa Barat, Polri, Dinas PU, Tagana, dan relawan.

Bukan hanya personil Kodam III/Siliwangi juga mengerahkan alat berat yang dimiliki Yon Zipur, perlengkapan dapur Den Bekangdam III/Siliwangi, fasilitas pengobatan lapangan dari Den Kesdam III/Siliwangi yang pada saat itu juga langsung tergelar di halaman Makorem 062/TN yang berjarak cukup dekat dari salah satu wilayah yang terkena banjir bandang, sedangkan Aula Makorem 062/TN sendiri pada saat itu telah digelar velbed yang dapat menampung pengungsi hingga 200 hingga 300 orang.

“Rakyat Garut adalah Rakyat Jawa Barat, Jawa Barat adalah Siliwangi, maka sudah suatu keharusan Prajurit Kodam Siliwangi turun langsung, dan semaksimal mungkin daya dan upaya Kodam III/Siliwangi saya kerahkan untuk membantu mengatasi bencana ini,” tandas Hadi Prasojo pada saat berada di tempat kejadian bencana. (Pendam III/Slw)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …