Menjadi Saksi dalam Sidang, Ojang Sohandi Diancam Nur Holim

Bupati non aktif Subang, Ojang Sohandi saat menjalani persidangan kasus suap penanganan perkara korupsi BPJS Kesehatan Kab. Subang, di Pengadilan Tipikor Kota Bandung, Jln. L.L.R.E. Martadinata, Kota Bandung, beberapa waktu lalu,

Bupati non aktif Subang, Ojang Sohandi saat menjalani persidangan kasus suap penanganan perkara korupsi BPJS Kesehatan Kab. Subang, di Pengadilan Tipikor Kota Bandung, Jln. L.L.R.E. Martadinata, Kota Bandung, beberapa waktu lalu,

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bupati Subang non aktif, Ojang Sohandi menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap penanganan perkara BPJS Kesehatan Kabupaten Subang dengan terdakwa jaksa Fahri Nurmallo dan Devyanti Rochaeni, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu (21/9/2016).


Dalam sidang yang dipimpin hakim Longser Sormin itu, Ojang memberikan kesaksian terkait peran Nur Holim, pengacara yang ditunjuk Polda Jabar untuk mendampingi dr. Budi Subiantoro, terdakwa lain kasus korupsi BPJS Kesehatan Kab. Subang.

Kepada majelis hakim, Ojang mengaku sempat mendapat penjelasan yang bernada ‘ancaman’ dari Nur Holim. Ketika itu menurut Ojang, Nur Holim menyebut dalam kasus BPJS ada orang yang bisa diselamatkan dan ada yang tidak. Pernyataan Nur Holim disampaikan ketika kasus masih dalam proses pemeriksaan di Polda Jabar.

Nur Holim, lanjut Ojang, menyebut kasus BPJS bisa menjerat dirinya sebagai tersangka. Selain itu, nama-nama lain seperti Kepala Dinkes, Kepala Puskesma, Sekretaris Dinkes, Kabid, perumus Perbup, juga bisa terseret menjadi tersangka.

“Nur Holim mengajukan solusi semua bisa terselamatkan dengan syarat harus ada uang kompensasi,” kata dia.

Tidak hanya itu, kata Ojang, berdasarkan laporan dari para Kepala Puskesmas, mereka mengaku mendapatkan ancaman kalau tidak memberikan uang kompensasi semuanya akan terseret jadi tersangka termasuk dirinya.

Adanya ‘ancaman’ dari Nur Holim, ungkap Ojang, membuat semuanya menjadi panik. Ia dan beberapa orang lainnya kemudian mengumpulkan uang sebesar Rp 600 juta, di mana Rp 100 juta diantaranya disumbangkan Ojang. Uang itu diminta Nur Holim untuk pengurusan. Bahkan Ojang sempat menyampaikan kata ‘mengondisikan’.

“Saya sebenarnya tidak rela mengeluarkan uang karena tidak terlibat dalam permasalahan tersebut. Namun untuk kebaikan dinas (Dinkes) akhirnya dirinya pun membantu,” pungkasnya.

Sidang yang dipimpin Longser Sormin itu pun diskor hingga sore hari dengan agenda pemeriksaan saksi untuk terdakwa Ojang Sohandi. (nif)

Loading...

loading...

Feeds

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …