Makanan Cukup, Anak Korban Banjir Garut Butuh Peralatan Sekolah

Bencana banjir bandang yang terjadi di Garut, Jawa Barat

Bencana banjir bandang yang terjadi di Garut, Jawa Barat

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Barat telah menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang di Kampung Cimacan, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Berbagai kebutuhan pengungsi terutama makanan terus dikirim ke lokasi tersebut.


Kepala Dinsos Jabar Arifin Harun Kertasaputra mengatakan, pihaknya pun telah membangun dapur umum untuk mencukupi kebutuhan pangan pengungsi. Dalam satu hari, Dinsos Jabar menyiapkan sekitar 4.500 bungkus makanan.

“Yang paling penting ini, kita siapkan dapur umum,” kata dia, Kamis (22/9/2016). Menurutnya, warga korban banjir ini mendapat bantuan yang cukup.

Mereka memperoleh makan tiga kali dalam sehari. Meski jumlahnya mencapai ribuan jiwa, hingga saat ini logistik bantuan dirasa mencukupi.

Dapur umum ini disiapkan di sejumlah Markas Komando Resimen Militer (Makorem) di Kabupaten Garut. Bukan hanya untuk pengungsi, kata dia, makanan yang disiapkan pun diperuntukan bagi warga yang masih bertahan di rumahnya yang tidak rusak parah.

“Mereka juga membutuhkan makanan karena kesulitan memasak sendiri. Air bersih enggak ada, listrik mati, gas juga susah, ya kita bantu juga,” ujarnya.

Menurutnya, dapur umum akan selalu siaga menyalurkan bantuan bagi korban hingga waktu yang tidak ditentukan. Koordinator dapur umum di Makorem 062 Garut Tarumanagara, Bripka Ruslan, mengatakan, di tempatnya ini terdapat 174 pengungsi yang berasal dari Paminggir dan Lapangparis.

Dia membenarkan, stok makanan cukup melimpah. “Dukungan sudah banyak, masuk, stok makanan aman, pakaian,” kata dia di lokasi pengungsian.

Dalam sehari, pihaknya membuat sekitar 1.500 porsi makanan. Seluruh petugas yang memasak merupakan anggota TNI dari Makorem 062 Garut.

Dia mengakui, selama ini memasak makanan yang instan mengingat harus menyiapkan dalam jumlah yang besar. “Jadi kami masak nasi, mie instan, sardines, telur. Semuanya yang instan,” katanya.

Lebih lanjut dia katakan, anak-anak sekolah yang mengungsi di tempatnya ini kesulitan dalam memperoleh alat-alat sekolah. “Perlu seragam sekolah dan keperluan sekolah yang lain,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds