727 Warga Korban Longsor di Sumedang Masih Ngungsi

ilustrasi pengungsi bencana Jabar

ilustrasi pengungsi bencana Jabar

POJOKBANDUN.com, SUMEDANG– Sebanyak 722 jiwa masih mengungsi akibat longsor yang terjadi di dua desa di Kabupaten Sumedang, Selasa (20/9/2016). Mereka terpaksa meninggalkan rumahnya untuk mengantisipasi longsor susulan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.


Berdasarkan pantauan, warga yang berasal dari 182 KK di Desa Ciherang dan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan ini ditempatkan di GOR Tadjimalela, Kecamatan Sumedang Selatan yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari lokasi bencana. Mereka berkerumum mengisi bangunan tersebut sejak Rabu (21/9/2016) pagi.

Salah satu pengungsi, Ujang Sriyono (46), mengatakan, dia bersama seorang istri dan tiga anaknya mengungsi untuk menghindari longsor. Sebab, rumahnya berada di area perbukitan di Babakan Sukasari, Desa Ciherang.

“Di RT saya sudah ada tiga rumah yang tertimbun longsor. Kami mengungsi karena takut ada longsor,” kata Ujang saat ditemui di lokasi pengungsian, Kamis (22/9/2016).

Ujang mengatakan, dia bersama keluarganya hanya membawa barang seadanya ke tempat pengungsian. Mereka tidak memiliki waktu banyak untuk mengevakuasi barang-barangnya di rumah karena takut longsor.

“Saat hujan besar turun, saya langsung membawa keluarga lari ke rumah tetangga yang lebih aman,” ujarnya. Beruntung, di lokasi pengungsian terdapat cukup banyak barang-barang yang diperlukan warga mulai dari makanan, kasur, selimut, dan obat-obatan.

Ujang menceritakan, pada Selasa (20/9/2016), hujan deras terus mengguyur daerahnya sejak pukul 16.00. Sadar berada dalam bahaya, dia bersama keluarga dan tetangganya meninggalkan rumah menuju tempat yang lebih aman.

“Saat berada di rumah yang cukup aman juga kami tidak tidur, karena masih takut terjadi longsor,” katanya seraya menyebut longsor terjadi sekitar pukul 22.30. Hingga sekarang, kata dia, tanah dan sisa-sisa longsoran lainnya belum dibersihkan dari tiga rumah yang tertimbun longsor di RT 4 RW 3 Desa Ciherang itu.

“Belum ada alat-alatnya,” ucapnya. Ketua DPRD Provinsi Jabar Ineu Purwadewi Sundari yang datang meninjau ke lokasi pengungsian, mengatakan, warga yang bermukim di daerah rawan longsor di dua desa tersebut perlu direlokasi.

Hal ini penting untuk menghindari adanya korban jiwa akibat bencana tersebut. “Mudah-mudahan tidak. Ini untuk mengantisipasi,” kata Ineu di lokasi sang sama.

Ineu meminta pemerintah baik pusat, provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten Sumedang melakukan langkah-langkah tersebut. Lokasi baru, kata Ineu, harus benar-benar aman dan layak ditempati.

Bupati Sumedang Eka Setiawan mengatakan, pihaknya telah merencanakan relokasi warga di dua desa tersebut. Bahkan, pihaknya telah membentuk tim khusus terkait rencana relokasi itu.

“Pada tempat-tempat yang memang rawan longsor, kita upayakan relokasi, sejak beberapa tahun ke belakang,” kata Eka di tempat yang sama. Pihaknya berjanji akan menyiapkan lahan baru secara gratis bagi warga yang direlokasi.

Bahkan, kata dia, pemerintah pun akan membangun rumah-rumah bagi warga tersebut. “Hasil kajiannya sudah ada. Nanti kalau kondisi ini sudah kembali normal, kita akan sosialisasikan ke warga,” katanya.

Lebih lanjut Eka katakan, pada peristiwa longsor di daerahnya ini, terdapat tiga korban jiwa yang seluruhnya berasal dari Cimareme, Kelurahan Pasanggrahan Baru.
Kecamatan Sumedang Selatan. Warga yang selamat saat ini diungsikan ke dua tempat yakni GOR Tadjimalela dan bekas kantor proyek Waduk Jatigede.

Dia menyebut, berbagai keperluan pengungsi telah disiapkan seperti makanan, pakaian, selimut, air, hingga alat mandi. “Dana bencana kami tahun 1,2 miliar (rupiah). Kebutuhan pengungsi ini terpenuhi untuk 7-8 hari. Apalagi kan ada bantuan dari provinsi dan pusat,” katanya. Dalam tinjauannya ini, DPRD Provinsi Jabar memberikan sejumlah bantuan seperti mie instan, air minum, pakaian, dan selimut. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Rina Gunawan Meninggal Dunia

Rina Gunawan, istri dari Teddy Syach dikabarkan meninggal dunia pada hari ini Selasa (2/3). Kabar duka tersebut dibenarkan sang manajer.

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …