DPRD Jabar Tinjau Lokasi Banjir Bandung Garut

Bandjir bandang meluluhlantakkan sejumlah bangunan di Garut.

Bandjir bandang meluluhlantakkan sejumlah bangunan di Garut.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–DPRD Provinsi Jawa Barat merasa prihatin atas terjadinya bencana banjir dan longsor di Kabupaten Garut dan Sumedang pada Selasa (20/9/2016). Ketua DPRD Provinsi Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, pihaknya akan meninjau lokasi banjir bandang pada Kamis (22/9/2016).


Selain dirinya, beberapa anggota dewan lainnya akan melakukan kunjungan tersebut. Ineu mengaku sangat prihatin dan berduka atas timbulnya tragedi itu.

“Beberapa anggota dewan yang termasuk dapilnya sudah turun langsung melihat kondisi para korban bencana,” kata Ineu di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Kota Bandung, Rabu (21/9/2016).

Berdasarkan informasi yang diterimanya, bencana ini terjadi akibat meluapnya Sungai Cimanuk yang melintasi Sumedang dan Garut. Oleh karena itu, Ineu meminta agar segera dilakukan perbaikan pada saluran sungai tersebut.

“Apakah ada penyumbatan atau jaringan irigasi yang kurang memadai,” pungkasnya. Untuk diketahui, jumlah korban jiwa banjir bandang di Kabupaten Garut terus bertambah.

Hingga Rabu (21/9/2016) pukul 19.30, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jabar mencatat 22 korban jiwa. Sedangkan 16 warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala BPBD Provinsi Jabar Haryadi Wargadibrata mengatakan, pencarian dihentikan sementara mengingat hari yang sudah malam. Pihaknya akan melanjutkan kembali pada Kamis, pagi hari.

Dia menyebut, malam ini terdapat 732 warga yang harus mengungsi karena rumahnya rata dihantam banjir bandang. “Catatan terakhir sekitar 500 rumah yang terkena banjir bandang,” kata Haryadi saat dikonfirmasi, Rabu (21/9/2016) malam.

Menurutnya, banjir bandang hampir terjadi merata di tujuh kecamatan. Kecamatan tersebut adalah Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Garut Kota, Banyuresmi, Bayongbong, Wanaraja, dan Karangpawitan.

“Semua hampir sama, merata banjirnya,” kata dia. Pihaknya telah mengirimkan tim yang terdiri dari petugas data informasi, SAR, dan logistik.

“Sekarang ditambah oleh pihak lain. Jadi sudah lebih banyak lagi,” katanya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan pihaknya sudah mengirimkan bantuan untuk korban bencana longsor dan banjir bandang yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Garut dan Sumedang. Menurutnya, bantuan tersebut berupa makanan, peralatan tidur, hingga dapur umum.

“Bantuan sudah, tidak ada masalah,” kata Heryawan di Media Center Utama PON 2016 Jabar, Rabu (21/9/2016). Menurut dia, pihaknya sudah melakukan mitigasi bencana.

Pencarian korban dan pendirian posko sudah dilakukan. Mitigasi tersebut melibatkan berbagai pihak seperti tim Sar dari BPBD Provinsi Jabar, BPBD Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang, serta TNI dan Kepolisian.

Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa meminta Kabupaten Garut dan Sumedang segera mengurus pencairan dana tanggap bencana ke Pemprov Jabar. Menurutnya, proses pencairan dana bencana akan cepat jika pemda setempat sudah menetapkan status tanggap darurat terutama banjir bandang di Garut.

“Bupati dan Sekda Garut diminta untuk segera mencairkan dana bencana untuk disetujui Gubernur, cq Biro Keuangan Setda,” kata Iwa usai rapat dengan Dinas Sosial Provinsi Jabar, di Gedung Sate, Kota Bandung.

Menurutnya, berdasarkan laporan Biro Keuangan Pemprov Jabar, dana tanggap darurat yang ada di kas Pemprov Jabar mencapai Rp 10 miliar. Namun, jika kebutuhan lebih besar, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Biro Keuangan untuk menindaklanjuti lebih jauh lagi.

“Jadi kita tinggal menunggu berapa yang dibutuhkan Garut dan Sumedang,” ujarnya. Iwa memastikan, penetapan status tanggap bencana penting karena menjadi syarat pencairan.

Menurutnya, agar semakin mempercepat proses pengiriman, surat pengajuan pencairan diantar langsung oleh kurir sehingga tidak melalui pos. “Kami harap ini agar cepat dicairkan, jadi diantar langsung saja ke Biro Keuangan,” paparnya.

Pihaknya sendiri belum merinci berapa dana darurat bencana yang saat ini sudah dicairkan langsung ke Garut dan Sumedang. Menurutnya, bantuan seperti makanan instan, perlengkapan bayi, selimut dan lain-lain sudah pasti disalurkan BPBD dan Dinas Sosial.

“Dinas Bina Marga juga menurunkan alat-alat beratnya untuk membantu proses evakuasi. Sementara mitigasi juga terus dilakukan karena di Garut ada ribuan yang diungsikan ke Kodim,” tegasnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam waktu yang hampir bersamaan terjadi longsor di Desa Cimareme, Kec. Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Kejadian menimpa warga pukul 22.00.

Longsor menimbun dua rumah dan menimbulkan dua korban jiwa. “Sekarang pencarian korban terus dilakukan,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca yang seperti ini. “Hujan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017 mendatang. La Nina, dipole mode negatif dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BMKG Stasiun Bandung turut melakukan pemantauan hilal atau rukyat hilal 1 Syawal 1442 H untuk penetapan Idul …