Bapak Dua Anak Ini Keliling Indonesia Bermodal Jualan Aksesoris

Pria Paruh Baya, Rahman (44).

Pria Paruh Baya, Rahman (44).

POJOKBANDUNG.com, – Rahman tinggal di Tangerang, tepatnya daerah pasar Kamis. Ia memiliki dua orang anak dan satu istri. Anaknya yang pertama sudah kuliah di PPH mengambil jurusan Akuntansi, lalu anaknya yang kedua baru masuk kelas II SD.


Ia bukan berasal dari keluarga kaya raya, namun Rahman yakin akan tekatnya mampu keliling Indonesia bahkan luar negeri. Tak hanya itu, dari usahanya pun ia kini sudah mampu menguliahkan anak sulungnya.

Sejak 2006 ia menggeluti usaha aksesoris gantungan kunci yang disesuaikan dengan event yang sedang ramai. Ia pun sudah terbiasa dengan kondisi ramai atau sepi selama acara berlangsung.

Dari event setiap kota ia coba kejar, mulai dari berjalan kaki hingga akhirnya harus berdesak-desakan di bus. Rahman saat berbincang dengan Radar Bandung nampak percaya diri dengan senyum di raut wajahnya seakan memudarkan kelelahan yang ia rasakan.

“Dulu, pertama kali banget berjualan saya dari Tangerang ke Jakarta jalan kaki karena gak punya duit lagi. Duit sisa-sisa waktu itu dipake modal awal berjualan aja,” tutur Rahman kepada Radar Bandung, belum lama ini.

Namun, lanjutnya, dengan melihat peluang yang cukup besar di usahanya Rahman semakin tertantang untuk terus menguliknya hingga dasar.

“Saya cara tau cara bikinnya seperti apa. Karena dulu saya mengambil barang dari orang dan harga jual jadi lebih tinggi. Setelah saya pelajari dan tau caranya saya mencoba bikin sendiri dan hasilnya jauh lebih puas, selain bisa menekan budget harga jual pun bisa lebih murah,” ujarnya.

Dalam seminggu Rahman mampu membuat 4.000 pcs aksesoris untuk di jajakan. Ia dibantu oleh anak dan istrinya dalam proses pembuatan. Hingga kini, Rahman mampu mengantongi ratusan ribu setiap harinya.

“Itu belum bersih ya,” tegasnya.

Ketika disinggung perihal modal, sambil tertawa dan sedikit mengalihkan pandangan ke beberapa penjual lainnya Rahman hanya menjawab ‘Rahasia’. Harga jual yang ditawarkan pun untuk seluruh aksesoris hanya Rp 5.000 per pcs.

“Kan suka ada yang mau beli satu plastik tuh, ya saya kasih harga lebih murah,” tuturnya.

Sejak 2006 hingga kini Rahman sudah mengunjungi seluruh provinsi di Indonesia.

“Tinggal Papua sih yang belum, soalnya belum ada event besar disana. Tapi jika saya masih diberi kesehatan 4 tahun lagi PON Papua saya bakal datang,” ujarnya dengan yakin.

Selama PON XIX Jabar, Rahman standby di venue UPI. Selain karena disana ada beberapa venue, Rahman mengaku ada banyak mahasiswa yang menjadi targetnya. (*)

Loading...

loading...

Feeds